Tips Menulis Cerita Perjalanan

tips menulis, tips menulis cerita, tips menulis cerita perjalanan


Melakukan perjalanan memang mengasyikkan. Kita bisa melihat beragam tempat yang menarik, lengkap dengan lanskap memikat dan adat - istiadat setempat. Tentunya sangat sayang bila hanya tinggal menjadi sebuah kenangan, tak dituangkan ke dalam sebuah tulisan kisah perjalanan, bukan? Berikut ini perkenankan saya berbagi tips menulis cerita perjalanan yang praktis.

1. Riset pendahuluan

Sebaiknya sebelum Anda mengunjungi suatu tempat wisata tertentu, kerjakanlah riset. Ini untuk mengetahui bagaimana kondisi dari lokasi wisata tujuan kita, apa saja tempat yang menarik untuk dikunjungi, dan adat-istiadat masyarakat setempat, dan tentunya berapa anggaran biaya perjalanan yang harus disiapkan.


2. Informasi daya tarik tempat wisata

Carilah informasi sebanyak mungkin tentang apa saja daya tarik dari tempat wisata yang mau kita sambangi. Ini bisa didapat melalui pemandu wisata lokal, biro wisata, brosur dan browsing internet.


3. Membuat headline yang menarik

Cerita perjalanan yang mau Anda tulis sebaiknya diperkenalkan kepada khalayak pembaca dengan perantara headline atau judul cerita yang memikat pembaca. Tentunya dengan judul yang memikat, pembaca akan merasa penasaran untuk meneruskan membaca, bahkan berniat untuk mengunjungi tempat wisata yang sedang kita deskripsikan.


4. Karakterisasi agar lebih humanis

Sajikan pula penggambaran tempat wisata yang kita tulis dengan memanfaatkan karakterisasi. Hadirnya seorang tokoh cerita yang menjadi juru bicara kisah perjalanan akan memberikan kesan humanis, dalam artian kita tak hanya membicarakan kondisi tempat wisata saja, tapi juga pengalaman 'hidup' dalam kisah perjalanan.


5. Deskripsi dengan seluruh panca indera

Ketika kita menceritakan kisah perjalanan, libatkan seluruh panca indera. Katakan apa yang dilihat, dicium, dirasakan, disentuh dan dialami langsung selama berada di tempat wisata yang dikunjungi. Pelibatan panca indera saat mengisahkan jalinan cerita tentu akan memikat pembaca seolah-olah ia sedang berada langsung di sana.


6. Memotret dengan 'rasa'

Selembar foto bisa mewakili seribu kata. Namun, tentunya foto yang kita ambil harus memiliki cerita yang kuat. Seringkali kita hanya memotret apa yang menarik saat dilihat, tapi belum tentu memiliki daya pikat tersendiri karena tak punya 'ruh' (baca: kisahnya yang tersendiri). Kepekaan sangat dibutuhkan saat memilih objek-objek fotografi yang mau kita jadikan foto cerita perjalanan.


Demikian tips praktis menulis cerita perjalanan ini, semoga bisa bermanfaat. (M.I) 

(*) Ilustrasi dari
SINI

Do'a Kopi Sore

Do'a Kopi Sore


puisi, do'a kopi sore

Usai desir seruput
ketiga kopi soreku,
terurai kini pikiran kusut.

Lurus. Kewarasan menjuntai
bagai sulur ubur-ubur,
sentuh hati bertafakur:

"Tuhan, kasihanilah dompetku,
yang kurus kuyu,
dan penyakitan itu!"

Engkau Maha Tahu..
Dari sebab yang tersembunyi,
nun jauh di lubuk hati.

"Bukankah benar sekali
di dalam dompet yang sakit,
kerap mengendap pikiran yang kusut?"

Jadikanlah ia gemuk,
montok dan sehat,
penuh cahaya semangat.

Aamiin..

Cerpen Cincin Akik di Kamar Mandi

Cincin Akik di Kamar Mandi

Oleh HARRIS EFFENDI THAHAR

5 Juli 2015



cerpen kompas, cerpen cincin akik di kamar mandi

ilustrasi oleh Anthok S

Belum selesai jamaah berzikir sehabis shalat subuh, terdengar garin masjid meraih mikrofon. Hati Wen sudah berdetak, ini pasti pemberitahuan bahwa adawarga yang meninggal. Benar saja, Haji Jamal pensiunan Kantor Pajak, meninggal dini hari tadi di Rumah Sakit Besar. Kabarnya, sebelum masuk Rumah Sakit Besar seminggu sebelumnya, Haji Jamal terjatuh di kamar mandi sehabis buang air besar.

Memang, beberapa hari belakangan Haji Jamal tidak kelihatan ikut shalat magrib dan subuh berjamaah di masjid. Biasanya, kalau Wen duluan datang ke masjid, ia mendatangi dan menyalami Wen. Gampang menandainya, karena kebiasaan Haji Jamal memakai peci hitam bersulam benang emas, seperti biasa dipakai engku-engku datuk di tanah Minang serta berbaju koko berenda-renda. Hanya dia yang memakai peci seperti itu. Selain itu, Haji Jamal selalu memakai parfum khas Arab tiap datang ke masjid. Wen suka shalat di samping dia, ketimbang di samping Bang Malo, penjual ayam potong, berkumis ubanan yang bau tembakau dan apak asap rokok. Wen juga tidak suka shalat di samping lelaki muda penjual pulsa telepon yang kebiasaannya tiap sebentar mendehem dan sendawa seperti habis menegak tuak meski sedang shalat.

Haji Jamal orang baik, setidaknya di mata Wen. Dia selalu memberi kabar bahwa dia sudah baca tulisan Wen di koran lokal dan dia senang, lalu menyalami Wen. Tempo-tempo Wen menulis kolom dan kadang-kadang menulis komentar. Sejak Wen pensiun, Wen semakin gencar menulis untuk koran lokal, sekadar untuk menangkal atau menunda datangnya pikun, andaikata usia Wen dipanjangkan Allah. Kata orang, kalau usia senja tidak dibarengi dengan kegiatan membaca, kalau dapat sekalian menulis, bakal cepat pikun. Sejak muda Wen memang terbiasa menulis di koran-koran lokal sekadar menyalurkan hobi. Hobi itulah yang dilanjutkannya lagi setelah pensiun.

Belum lagi seminggu, Senin sebelumnya, Ustad Qamat pula yang meninggal. Beliau sering menjadi imam pengganti shalat subuh di masjid kalau imam tetap berhalangan. Akhir-akhir ini imam tetap memang sibuk setelah diangkat menjadi salah seorang anggota MUI. Ustad Qamat belum tua benar, tapi konon mengidap tekanan darah tinggi. Menurut kabar yang berkembang, Ustad Qamat terjatuh di kamar mandi rumah istri mudanya, lalu pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Besar. Sampai meninggal dua hari kemudian, dia tak sadar-sadarkan diri.

Sewaktu melayat di rumah duka Ustad Qamat, Wen duduk bersebelahan dengan Haji Jamal. Malah terlibat percakapan serius mengenai ajal manusia. Satu kalimat Haji Jamal yang masih terngiang di telinga Wen waktu di rumah duka itu adalah, “Inilah rahasia Allah. Siapa yang tahu, tak berapa lama lagi, salah seorang di antara kita yang hadir ini menyusul Ustad Qamat. Entah besok entah lusa…”

“Ya, Ji. Allah yang tahu,” balas Wen.

Mengingat itu, Wen jadi bergidik. Sepertinya Haji Jamal meramalkan sendiri hari kematiannya. Kata orang, biasanya jika seseorang sudah dekat ajalnya, akan keluarlah ucapan-ucapan yang mengarah ke pintu kubur dari mulutnya. Kadang-kadang diikuti oleh tingkah laku aneh yang tidak biasa dilakukannya.

Wen masih ingat, setahun lalu, subuh pertama Wen shalat di masjid yang cuma tak sampai tiga ratus meter dari rumahnya itu, Wen merasa asing. Masjid itu terletak di antara dua kompleks perumahan yang dibangun bersamaan dengan kepindahan Wen ke salah satu kompleks itu dulu, lebih tiga puluh tahun lalu. Bukan apa-apa, hanya karena selama ini Wen khawatir terlambat karena terjebak macet pergi ke kantor, maka shalat subuh Wen selesaikan saja di rumah. Setelah sarapan, cepat-cepat Wen berangkat ke tempat kerja meski masih pagi sekali. Begitu juga sore hari, Wen sampai di rumah hampir selalu bertepatan dengan waktu magrib. Barulah ketika masa pensiun itu datang Wen berusaha menjadi jamaah tetap masjid Almakmur, terutama untuk waktu magrib, isya, dan subuh.

Masjid Almakmur sepertinya ditakdirkan untuk orang-orang pensiunan. Tidak banyak memang, lebih kurang dua puluhan untuk jamaah harian laki-laki. Jamaah perempuan lebih kurang sama karena sebagian besar ikut suami ke masjid. Oleh karena itu, Wen hafal betul wajah-wajah jamaah harian masjid Almakmur.

Sebutlah Pak Mul, bendaharawan masjid, paling gampang menemuinya. Sebelum waktu shalat masuk, biasanya ia telah duduk di samping tiang besar sayap kanan masjid sambil bersandar. Pak Mul selalu berbaju koko putih dan berpeci putih menandakan bahwa ia sudah berhaji. Sepengetahuan Wen dia tak pernah pakai batik. Batik panjang lengan selalu dipakai mantan Ketua RT yang juga pensiunan kepala tata usaha sebuah SMA ternama. Ia selalu membawa sajadah kecil berwarna biru dan setia mengambil tempat di belakang imam.

Akan tetapi, Pak RT ini, begitu ia dipanggil, tidak bersedia disuruh menjadi imam pengganti meskipun ia berada tepat di belakang sajadah imam. Biasanya, orang yang tepat berdiri di belakang imam harus bersedia menggantikan imam apabila sewaktu-waktu diperlukan. Tidak demikian halnya Pak RT, meski ia tetap berdiri di situ, di belakang imam. Seolah-olah tempat itu sudah menjadi miliknya sejak dulu kala. Jamaah lain seperti tidak mau mengusiknya kalau dia datang.

Lain lagi Profesor Kuman, wajahnya selalu cerah, klimis dan murah senyum. Senyumnya selalu mengambang seakan memamerkan kerapian gigi tiruannya yang putih kekuning-kuningan. Meski usianya sudah di atas tujuh puluh, pecinya selalu modis, berganti-ganti setiap hari. Kadang memakai peci Pakistan, kadang seperti orang Arab, kadang memakai peci hitam ala Soekarno, dan ada kalanya memakai peci Makassar yang pernah dipromosikan Gus Dur sewaktu menjadi presiden. Profesor Kuman inilah orang yang paling rajin berjabat tangan. Begitu dia masuk masjid, langsung menyalami setiap orang, tua-muda, besar-kecil, tidak peduli anak-anak balita. Begitu juga kalau dia mau keluar masjid, juga bersalaman dulu hampir ke setiap orang. Wen tahu betul, begitu melihat Profesor Kuman datang, ia langsung menyodorkan tangan kanannya, bersalaman, lalu bertanya sedikit mengenai nama batu akik yang sedang dipakai Profesor Kuman di jari manisnya. Biasanya dia mengganti setiap kali ke masjid cincin akiknya yang aneka warna. Menurut dia, semua itu merupakan kiriman anaknya yang bekerja di sebuah kota di Kalimantan.

“Apa ada cincin akik yang Prof kurang suka, saya bersedia menerimanya,” kata Wen merayu.

“Oh, jangan begitulah Pak Wen. Jika Pak Wen mau, besok setelah shalat Jumat saya kasih Pak Wen. Cincin akik saya banyak. Ha-ha-ha…. Alhamdulillah.”

Kamis malam, sebelum tidur Wen ceritakan juga pada istrinya bahwa kalau Profesor Kuman tidak lupa, sehabis shalat Jumat esok ia akan mendapatkan cincin akik. Akan tetapi, setelah selesai shalat sunat sehabis shalat Jumat, Wen tidak melihat Profesor Kuman. Padahal, malamnya Wen bermimpi menerima segenggam cincin akik dari Profesor Kuman di halaman masjid. Akhirnya Wen menafsirkan sendiri mimpinya bahwa dia tidak akan pernah mendapatkan cincin akik dari lelaki tua itu. Tapi, apakah dia sakit? Kabar itulah yang belum didapat Wen.

Barulah selesai shalat magrib Wen dapat cerita bahwa Profesor Kuman masuk rumah sakit akibat terjatuh di kamar mandi. Konon, Profesor Kuman terpeleset sewaktu mau mengeruk lubang WC mengambil cincin akiknya yang jatuh ke situ. Kemungkinan besar lantai kamar mandinya licin karena lelehan sabun cair yang tumpah. Tidak ada yang tahu persis bagaimana peristiwa itu sesungguhnya, karena istrinya yang juga sudah tua juga baru tahu setelah ia ingin menggunakan WC, tiba-tiba melihat suaminya sudah tergeletak.

Sambil mengikat tali sepatu Wen berpikir-pikir tentang Profesor Kuman yang kini sedang dirawat di ICU Rumah Sakit Besar. Wen meneguhkan hatinya untuk jalan kaki tiga kilometer Sabtu pagi itu. Olahraga jalan kaki itu telah rutin dilakukannya tiga kali seminggu kalau tidak hujan dan kalau tidak sedang sakit. Menurut Wen, hanya jalan kakilah olahraga yang paling murah agar tetap sehat dan bersemangat. Sejak pensiun, Wen selalu menambah butir doanya dengan meminta disehatkan dan dijauhkan dari segala macam penyakit. Tentulah tidak serta merta dikabulkan Tuhan kalau tidak diiringi dengan usaha, antara lain dengan berolahraga dan tidak merokok.

***

“Apa yang bapak pikirkan?”

“Banyak. Orang setua saya tentu banyak pula yang dipikirkan.”

“Bukan berarti saya melarang Bapak berpikir. Tapi, janganlah yang berat-berat, yang bisa menyebabkan Bapak stres.”

Wen hanya tersenyum kecut sambil berpikir-pikir, “Hal apa ya, yang menyebabkan saya berpikir hingga stres?”

“Bapak kebanyakan nonton berita televisi ya?”

“Biasalah dokter, namanya orang pensiun.”

“Bapak suka berita politik apa gosip?”

“Kalau politik bagaimana?”

“Nah. Itu!”

“Kenapa dokter?”

“Saya saja yang masih muda bisa stres menyimak berita politik sekarang. Apalagi Bapak? Soal KPK dikriminalisasi saja, saya stres.”

“Sama dok. Tapi, bukankah itu normal?”

“Bapak harus segera periksa tekanan darah kalau sudah merasa tidak enak badan. Ini, kalau sudah 180 ini, Bapak harus hati-hati. Jangan dibiarkan,” kata dokter Askes itu sambil memanggil pasien giliran berikutnya.

***

Baru saja shalat magrib selesai, garin masjid terdengar meraih mikrofon. Hati Wen sudah berdetak, ini pasti pemberitahuan bahwa ada warga yang meninggal. Jangan-jangan jamaah tetap masjid. Memang, seperti yang diduga Wen, Profesor Kuman meninggal senja tadi. Semua jamaah magrib diminta untuk melayat serentak ke rumah duka yang tidak seberapa jauh dari masjid.

Di rumah duka, didorong rasa penasaran, Wen sempat nyelonong memeriksa kamar mandi Profesor Kuman. Kamar mandi itu berlantai keramik putih bersih. Wen penasaran, lalu masuk dan mencoba menginjak lantainya yang bersih itu dengan debaran jantung seperti gendang. Ternyata tidak licin. Wen mencoba membuka penutup kloset, spontan saja memeriksa kalau-kalau masih ada cincin akik Profesor Kuman seperti yang diberitakan di dalamnya. Ketika Wen secara spontan mencoba memasukkan tangan kirinya ke dalam gua kloset itu, pintu kamar mandi itu berderit, seseorang membukanya. Wen kaget, tidak menduga akan dipergoki, ditimpa rasa sesal mengapa tidak mengunci pintu dari dalam. Dalam keadaan kaget itulah ia terlonjak dan terpeleset jatuh. Wen merasa pusing sepusing-pusingnya, tertelentang, sementara orang yang tadi membuka pintu dan melihat ada orang, juga kaget dan cepat-cepat pergi.

Wen merasa melayang-layang dan berusaha berdiri. Akan tetapi semua anggota tubuhnya seperti tidak mau digerakkan. Lidahnya pun kelu. Tiba-tiba pandangannya gelap dan akhirnya tersadar setelah berada di kamar rawat inap Rumah Sakit Besar.

Begitu tersadar, kata pertama yang keluar dari mulut Wen adalah, “kamar mandi.”

“Kenapa kamar mandi?” tanya istrinya.

“Kamar mandi kita harus dipasang pegangan di dinding-dindingnya,” katanya terbata-bata.

“Pegangan apa?”

“Besi pegangan, tempat berpegang agar tidak jatuh…,” kata Wen.

Setelah menyampaikan pesan itu kepada istrinya, Wen tidak berkata-kata lagi hingga dinyatakan meninggal seminggu setelah percakapan itu.

Ketika jasad Wen dimandikan di rumahnya, pemasangan pegangan tangan di kamar mandi Wen belum selesai dikerjakan tukang. (*)


Tentang Penulis :
Harris Effendi Thahar. Lahir di Tembilahan Riau, 4 Januari 1950. Bekerja sebagai profesor di Universitas Negeri Padang. Sejumlah cerpennya termuat dalam beberapa antologi Cerpen Pilihan Kompas. Dua buku kumpulan cerpennya Si Padang dan Anjing Bagus diterbitkan Penerbit Buku Kompas.

Sumber : Koran Kompas, Minggu 5 Juli 2015

Baca dan cerpen ini dalam format PDF

Tips Mengedit File Musik MP3

Saya suka mendengarkan musik. Apalagi jika musik itu disertai lirik-lirik lagunya yang indah dan bermakna dalam. Saya yakin Anda juga menyukai musik dengan alasan tersendiri pula. Mungkin untuk menenangkan pikiran, menghilangkan penat atau bisa jadi untuk menyeret kenangan tertentu hadir kembali di hadapan Anda melalui lagu favorit. Ya, musik banyak manfaatnya, bukan?

Di samping mendengarkan musik, saya juga suka mengotak-atiknya. Misalnya, ketika lagu kesukaan tertentu yang dimiliki ternyata kualitas file MP3 nya kurang bagus, biasanya saya akan meng-editnya dengan MP3 Audio Editor. Tool ini sangat bermanfaat karena selain bisa memperbaiki grafik suara file MP3 lagu, juga bisa untuk membuat suatu kompilasi yang digabungkan dalam hanya satu file MP3 saja.

Berikut ini perkenankan saya berbagi tips cara meng-edit lagu dengan MP3 Audio Editor:

1. Setelah Anda meng-install Tool MP3 Audio Editor, klik kiri shortcut-nya pada layar monitor.

Tips Mengedit File Musik MP3

2. Selanjutnya yang akan muncul adalah tampilan awal untuk memulai proses peng-edit-an. Klik kiri ikon New File.

Cara Mengedit Lagu MP3


3. Sebelum Anda meng-klik OK, atur dulu bit rate (besaran grafik suara file MP3) menjadi 44,100 dan pilihlah stereo (dual).

MP3 Audio Editor


4. Klik ikon Open dan pilih folder dalam komputer tempat Anda menyimpan file MP3 yang mau di-edit.

MP3 Audio Editor


5. Perhatikan grafik suara file MP3 Anda. Bila dirasa kurang besar yang mana tidak memenuhi kolom-kolom, klik ikon Effect.

MP3 Audio Editor


6. Tentukan nilai persentase pembesaran grafik suara file MP3 yang sedang Anda edit tersebut. Lalu klik OK.
MP3 Audio Editor


7. Klik ikon Save. Jika Anda ingin mengganti nama baru untuk file MP3 yang telah diedit, klik saja Save File As... Tapi, bila tidak mau merubah nama file, klik saja Save File.  Nanti akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah, Anda tinggal meng-klik OK. Proses peng-edit-an pun selesai. Lagu kesayangan Anda kini telah diperbaiki.

MP3 Audio Editor


Demikian tips meng-edit lagu dengan Tool MP3 Audio Editor, semoga bermanfaat. [M.I]


Silakan Mp3AudioEditorPro 7.8.5
Username : d60pc
Serial Number : MAE-TF477-46YM4-W74MH-6YDQ8

Menelusuri Makna Puisi Ala Michael Riffaterre

Menelusuri Makna Puisi Ala Michael Riffaterre, semiotika puisi


Puisi memang salah satu ragam sastra yang amat menarik, namun cukup rumit untuk dimengerti secara langsung dengan pembacaan sekilas. Mengapa demikian? Puisi sering menyimpan suatu maksud tersembunyi dari apa yang tertera dalam bentuknya sebagai teks.

Michael Riffaterre, seorang ahli semiotika pernah berpendapat dalam bukunya yang berjudul Semiotics of Poetry bahwa puisi menjadi sukar dipahami karena maknanya dinyatakan tidak secara langsung. Menurutnya, ketidaklangsungan dalam pernyataan puisi ini disebabkan oleh tiga hal: penggantian arti,     penyimpangan arti, dan penciptaan arti.


1. Penggantian arti (displacing of meaning)

Teks puisi selalu kaya dengan kandungan kata-kata kiasan yaitu metafora. Bahasa kiasan ini kerapkali digunakan untuk menyatakan sesuatu seharga dengan hal lain yang sesungguhnya tidak sama. Dan, biasanya dimanfaatkan untuk mengekspresikan perbandingan, personifikasi, sinekdok, metonimi, kesimpulan induktif dan lainnya. Intinya bahasa kiasan ini melihat sesuatu dengan perantaraan hal lain, sehingga kata-kata yang terdapat dalam sebuah karya puisi lebih cenderung merujuk pada sesuatu yang berada di balik teks (baca: puisi) itu sendiri. Akibatnya, tiap kata sebagai petanda dalam puisi cenderung tidak menunjuk langsung penandanya (benda, tindakan ataupun peristiwa yang dimaksudkan sebagaimana penggunaan kata dalam komunikasi biasa). Mari lihat contoh penggantian arti yang disebabkan penggunaan bahasa kiasan berikut ini:

Sampanku yang terombang-ambing,
Rindu pantaimu yang damai


Apakah ada sebuah ’sampan yang terombang-ambing’ bisa merasakan kerinduan seperti yang dirasakan manusia biasa? Tentu tidak demikian maksudnya. Subjek lirik dalam puisi ingin mengungkapkan ’kegelisahan yang dirasakan jiwanya yang bimbang’ (Sampanku yang terombang-ambing), dan sangat membutuhkan ’bimbingan seseorang untuk melenyapkan gundah-gulananya’ itu (Rindu pantaimu yang damai). Personifikasi ’sampan’ yang bisa merindu seperti manusia sebenarnya menunjuk pada bentuk perbandingan langsung yang sengaja diletakkan dalam teks.


2.  Penyimpangan arti (distorting of meaning)

Sebuah karya puisi sering sulit dipahami karena terjadinya penyimpangan arti dari aturan (konvensi) pemakaian bahasa sehari-hari. Konsekuensinya dalam puisi sering terdapat ambiguitas (makna ambigu/ganda), kontradiksi (pertentangan dengan makna yang lazim), dan nonsense (ketiadaan arti).

Sampanku yang terombang-ambing,/ 

Bermakna ambigu dan cenderung merujuk pada arti yang menerangkan keadaan psikis dari subjek lirik.

Aku percaya kemenangan ada padamu yang duka/  

- Lagu Perempuan, Sitor Situmorang


Bertentangan dengan makna yang lazim: duka atau kesedihan jarang sekali dirasakan oleh siapapun yang mengalami kemenangan. Tentunya, larik ini ingin mengungkapkan keadaan diri subjek lirik yang pasrah – suatu ketidakberdayaan.

Rang… Rang… Rangkup/
Sim…sim… sim sala bim…/
Terbuka, kuak seketika yang tersembunyi/

  
Dalam komunikasi biasa frasa ‘Rang… Rang… Rangkup’ dan ‘Sim… sim… sim sala bim…’ tentu tidak memiliki arti yang definitif (nonsense). Namun, di dalam teks (puisi), kata-kata yang demikian muncul untuk mengungkapkan suasana tertentu yang cenderung bersifat realitas magis. Dan, biasanya dikaitkan dengan larik ataupun bait tertentu dalam puisi. Dalam budaya timur, penggunaan kata-kata yang sedemikian mudah ditemukan dalam ragam sastra lisan seperti mantra atau jampi-jampi.


3. Penciptaan arti (creating of meaning)

Sebagai teks, puisi seringkali mempunyai sintaksis (susunan ketatabahasaan) yang tersendiri. Ini terjadi bila ruang teks ditata sedemikian rupa sehingga menimbulkan kode-kode makna baru, di luar arti ketatabahasaan. Mari cermati larik-larik berikut ini:

Bulan mencopot bajunya yang keperakan/
mengenakannya pada gadis kecil yang sering ia lihat/
menangis di persimpangan jalan. Bulan sendiri/
rela telanjang di langit, atap paling rindang/
bagi yang tak berumah dan tak bisa pulang./


- Baju Bulan, JokoPinurbo

Perhatikan enjambemen (pemenggalan) kata-kata tertentu pada larik-larik di atas: keperakan – mengenakannya, lihat – menangis, bulan sendiri – rela,

Cermati pula kata ’rindang’ yang berima dengan ’pulang’.

Penataan teks yang sedemikian menciptakan ’kode-kode sastra’ yang menciptakan makna baru di luar aspek ketatabahasaan. Tujuannya bisa mengarah untuk penguatan arti (intensitas), simitri (kesejajaran arti antar larik ataupun bait demi melukiskan urutan tindakan subjek lirik), persamaan bunyi akhir (rima) antar larik, dan lainnya.


Puisi bagi Riffaterre, dengan maksud pengungkapannya yang berbeda dengan bahasa komunikasi biasa itu, dipahami ibarat sebuah donat. Bentuk teks yang tampak adalah sesuatu yang hadir dalam puisi diumpamakan sebagai ’daging donat’. Sedangkan ruang kosong (the empty spaces) yang ada di tengah donat merupakan ’sesuatu yang tidak hadir’, namun berfungsi amat penting karena turut menopang dan membentuk daging donat secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, bila ingin memahami sebuah karya puisi secara utuh, diperlukan pembacaan teks yang melewati empat tahapan berikut ini:


1. Pembacaan Heuristik

Membaca puisi dengan didasarkan  pada konvensi bahasa. Hal ini karena bahasa teks puisi awalnya juga memiliki arti referensial, dan pembaca dituntut memiliki kompetensi linguistik agar dapat mengerti makna, termasuk peyimpangan sintaksis puisi yang berada di luar ketatabahasaan (ungrammaticalities of text).


2. Pembacaan hermeneutik

Membaca puisi yang didasarkan pada konvensi sastra. Pada tahap ini pembaca disarankan meninjau ulang pembacaan heuristik, dan bersedia memperbaiki penafsirannya.


3. Penentuan hipogram

Tujuan dari upaya ini untuk memahami ruang ruang kosong (the empty spaces) yang tidak ada secara tekstual itu. Cara termudah melakukannya  adalah dengan mengisi ruang-ruang kosong dengan penafsiran secara kontekstual (parafrasa). Dengan demikian didapat gambaran rujukan makna puisi yang sebelumnya belum lengkap.


4. Penentuan matriks, model, dan makna.

Upaya ini adalah kelanjutan dari tahap ketiga, yang difokuskan pada penemuan pusat makna dari puisi. Dalam melakukannya digunakan ’matriks’ yaitu tuturan minimal dan harfiah dalam bentuk kata-kata kunci. Sebab, matriks berfungsi untuk meringkas teks puisi dalam bentuknya yang paling singkat. Aktualitas pertama dari matriks adalah "model" yakni kata atau kalimat tertentu yang juga sebuah tuturan minimal, biasanya sangat puitis menjadi inti/tema puisi. Dari matriks dan model itulah pembaca dapat merumuskan sebuah kesatuan makna puisi tersebut.

Semoga memberikan manfaat dan salam sastra. [M.I]


* gambar dari SINI

Baju Bulan, Himbauan Kepedulian Sosial Ala Joko Pinurbo

baju bulan puisi joko pinurbo


Tampaknya paradoks adalah bagian yang tak bisa dihindari dalam setiap aspek kehidupan manusia. Demikian kiranya pesan tersirat dari narasi puitik peristiwa lebaran yang paradoksal dalam puisi Baju Bulan karya Joko Pinurbo. Mari kita simak bersama.


Baju Bulan
Oleh JOKO PINURBO


Bulan, aku mau Lebaran. Aku ingin baju baru,
tapi tak punya uang. Ibuku entah di mana sekarang,
sedangkan ayahku hanya bisa kubayangkan.
Bolehkah, bulan, kupinjam bajumu barang semalam?
Bulan terharu: kok masih ada yang membutuhkan
bajunya yang kuno di antara begitu banyak warna-warni
baju buatan.
Bulan mencopot bajunya yang keperakan
mengenakannya pada gadis kecil yang sering ia lihat
menangis di persimpangan jalan. Bulan sendiri
rela telanjang di langit, atap paling rindang
bagi yang tak berumah dan tak bisa pulang.


Dalam puisi di atas, penyair Jokpin sedang berkisah tentang kepiluan yang hadir di tengah-tengah malam kemenangan. Tema ini disajikan penyair dengan memanfaatkan teknik pengisahan melalui dua subjek lirik puisi – gadis kecil dan bulan sebagai juru bicaranya.

Melalui subjek lirik ’gadis kecil’, Jokpin ingin mengutarakan pendapatnya bahwa ada kebahagiaan yang masih tetap tak bisa dirasakan oleh sebagian golongan masyarakat (orang-orang miskin) ketika yang lain bersuka-cita merayakan kemeriahan peristiwa budaya lebaran.

Bulan, aku mau Lebaran./ Aku ingin baju baru,/ tapi tak punya uang./ Ibuku entah di mana sekarang,/ sedangkan ayahku hanya bisa kubayangkan./ Bolehkah, bulan, kupinjam bajumu barang semalam?/

Penyair mengamati kehadiran sebuah paradoks tajam tentang ketimpangan sosial yang ada di dalam realitas sehari-hari. Pada peristiwa lebaran, yang baginya sebagai ’mitos kemenangan’ di dalam benak kolektif masyarakat, ternyata belum cukup mampu membagikan rata ’kue kebahagian’ bagi setiap insan. Melalui subjek lirik ’gadis kecil’ yang secara simbolik mewakili golongan ’wong cilik’ ini, Jokpin mengemukakan pendapatnya tentang pertentangan antara kesedihan dan kebahagiaan – kesengsaraan belum mau belum menghilang di saat perayaan kemenangan yang gilang-gemilang. Kemiskinan masih tetap menjadi penghalang bagi ’orang tak berpunya’ untuk mengecap kebahagiaan, dan keinginan untuk turut berbahagia walaupun hanya sebentar saja di hari kemenangan terasa sulit diwujudkan – cenderung bagai impian yang melambung tinggi hingga ke bulan.

Bulan, aku mau Lebaran./ Aku ingin baju baru,/ tapi tak punya uang./
....
Bolehkah, bulan, kupinjam bajumu barang semalam?/


Di lain sisi, Jokpin sebenarnya juga ingin menghimbau ke masyarakat luas tentang kepedulian sosial terhadap sesama. Hal ini secara implisit dikomunikasikan melalui larik-larik berikut:

Bulan terharu: kok masih ada yang membutuhkan/
bajunya yang kuno di antara warna-warni baju buatan/
Bulan mencopot bajunya yang keperakan/
mengenakannya pada gadis kecil yang sering ia lihat/
menangis di persimpangan jalan/

Jika kita memiliki empati sosial yang mau peduli (Bulan yang terharu) semampunya membantu saudara-saudara kita  (memberikan bajunya yang kuno), tanpa mengharap meriahnya warna sanjung puja-puji dari apa yang dilakukan (bajunya yang kuno di antara warna-warni baju buatan), perbuatan baik kita itu sungguh telah memuliakan diri kita sendiri (baju bulan yang keperakan) sekaligus juga membebaskan penderitaan sesama dari kemiskinan (mengenakannya pada gadis kecil yang sering ia lihat menangis di persimpangan jalan).

Inti dari himbauan penyair yang mahir bermain dengan metafora keseharian yang digalinya dari pengalaman nyata dalam puisinya ini adalah keharmonisan hidup itulah makna sebenarnya yang ditunjuk frasa ’hari kemenangan’, dan ini bisa dicapai melalui kesalehan sosial. Hati yang tulus dan peka terhadap penderitaan sesama (Bulan sendiri rela telanjang di langit) akan menciptakan kedamaian yang meneduhi kehidupan kita sesungguhnya bagaikan langit ’atap paling rindang’ itu.

Akhirnya, paradoks apapun yang menemani kehidupan tiap orang dalam segala kondisi tak lagi bersifat sebagai ironi dramatik. Tentunya hal ini terwujud bila kita tak terlalu mementingkan diri sendiri dan terlelap dalam perayaan arfisial semu semata. Semoga bermanfaat. [M.I]



* ilustrasi dari ludefa

Don't Go Far Off, Puisi Sendu Pablo Neruda

puisi pablo neruda, do not go far off, Blog Dofollow


Tampaknya mustahil hidup tanpa cinta walau hanya sedetik saja. Ada kesunyian yang begitu menyiksa diri, merajam kejam dengan kesenduan nan lirih. Demikian kesan pertama yang tertangkap ketika Anda mencermati puisi Don’t Go Far Off karya penyair Pablo Neruda. Apa sebabnya demikian? Mari kita simak bersama secara lengkap. 


Don’t Go Far Off
By Pablo Neruda

Don't go far off, not even for a day, because -
Because -  I don't know how to say it: a day is long
and I will be waiting for you, as in an empty station
when the trains are parked off somewhere else, asleep.

Janganlah pergi menjauh (dari sisiku), walaupun hanya sehari (saja), karena
Karena – Ku tak tahu bagaimana harus mengatakannya: (tanpamu) hari (penantian yang kulewati menjadi) panjang. Dan (ini berarti) aku akan (terpaku) menunggumu (dalam siksa sepi sendiri bagaikan) berada di sebuah stasiun yang lengang manakala kereta-keretanya terparkir terpisah (berjarak) di suatu tempat yang lain, (bersamaku yang membeku di sini) tertidur.

Don't leave me, even for an hour, because
Then the little drops of anguish will all run together,
The smoke that roams looking for a home will drift
Into me, choking my lost heart.

Janganlah (kau) tinggalkan aku walaupun satu jam saja, karena
dengan begitu bulir kecil (air mata dari) kesedihanku yang mendalam (ini) akan menyatu
(bersama) kabut (duka) yang mengembara mencari rumah (persinggahan), menyelinap masuk ke dalam diriku, (lalu menyesak ke dalam untuk) mencengkeram hatiku yang lara.

Oh, may your silhouette never dissolve on the beach;
May your eyelids never flutter into the empty distance.
Don't leave me for a second, my dearest,

Oh, mungkinkah bayanganmu (masih membekas dalam anganku bagaikan) tak pernah lenyap (dibawa lalu ombak) di pantai;
mungkinkah (masih dapat kuharapkan) kelopak matamu tak pernah (berisyarat) tergetar (menuju pada) kehampaan di sana
Janganlah tinggalkan aku walaupun sedetik saja, sayangku,

Because in that moment you’ll have gone so far
I’ll wander mazily over all the earth, asking,
Will you come back? Will you leave me here, dying?

Sebab di saat kau (bersama kepergianmu) telah begitu menjauh (dariku)
Aku berkelana tak menentu (ke seluruh penjuru) di bumi (ini), (dalam kedukaan aku) bertanya,
Akankah kau kembali (padaku)? Akankah kau (tega) tinggalkan diriku (sendiri) di sini, (meregang) sekarat? 


***


Dalam puisi ini, Neruda agaknya ingin mengungkapkan betapa besarnya daya cinta merengkuh diri si aku-lirik. Cinta telah menjadi napas kehidupan, daya utama yang menggerakkan segala laku perbuatan persona ”I” yang ditunjuk oleh penyair. Tanpa cinta tiada gairah yang tersisa untuk menjalani hidup. Sehingga, akibatnya secara simultan muncul perasaan cemas, harap dan takut akan kehilangan ’seseorang’ yang menjadi tumpuan segenap curahan perasaan mencintai. Ada ketergantungan yang teramat kuat pada diri aku-lirik dengan orang yang dicintainya itu. Di sini tampak digambarkan sebagai keadaan sepi menekan bila sedetik saja berpisah jauh dengan sang kekasih. Penggunaan metafora ’stasiun yang lengang’ disandingkan dengan durasi penantiannya yang penuh duka lara seakan sedang mengungkapkan betapa tersiksanya batin aku-lirik bila ia sendirian tanpa kehadiran sang kekasih – tiada gairah diri membeku.

Dalam stanza kedua, masih mendeskripsikan tekanan perasaan sedih aku-lirik melalui beberapa penekanan suasana mencekam. Bayangan perpisahan dengan kekasih yang amat dicintai kian menakutkan dengan digambarkan sebagai hunjaman nestapa yang menyelinap masuk, menyesaki dan menggerogoti jiwa.

Stanza ketiga mengungkapkan kekhawatiran si aku-lirik kehilangan kekasihnya yang makin menjadi-jadi. Ia membayangkan dirinya yang lara, hidup hampa tanpa arti dan mulai berprasangka bahwa dirinya sudah terabaikan. Sekalipun demikian, di baris terakhir masih tersirat suatu permohonan yang diungkapkan oleh aku-lirik agar dirinya jangan dibiarkan dalam keadaan demikian – sendiri ditinggal pergi.

Permohonan yang sangat mengharap belas-kasihan ini kian jelas pada stanza keempat. Tetapi, diekspresikan dengan memberikan gambaran keadaan ’tanpa daya, kebingungan tanpa tujuan hidup’ yang mungkin akan dialami si aku-lirik bila kekasihnya memutuskan untuk tetap berpisah dengannya, dan perpisahan telah menjadi keniscayaan untuk dirinya.

Astaga! Kenapa bisa sampai segitunya? Dilanda keputus-asaan yang mengambangkan jiwa.

Will you come back? Will you leave me here, dying?

Haruskah begini jadinya? Akankah orang meregang sekarat akibat kuku runcing cinta yang melumat tubuh jiwa? Benarkah perpisahan terasa amat berat, sedangkan kehidupan itu sendiri tak pernah berada dalam kondisi tetap sebagaimana adanya karena sifat dinamis perubahan? Pertemuan berjalan mantap ke ujung perpisahan, bukan?

Tetapi, hal paling penting yang dapat diambil sebagai pelajaran dari puisi sendu ini adalah cinta memang sebuah kekuatan misterius, bisa menguatkan jiwa ataupun melemahkannya tanpa daya sama sekali. Aduhai! [M.I]



* ilustrasi dari situs favim

Bernostalgia Bersama MLTR

download michael learns to rock songs mp3, Blog Dofollow


Lagu-lagu favorit selalu bisa melayangkan benak ke pengalaman manis di masa lalu. Apalagi kalau liriknya terasa begitu romantis, dijamin pasti mendadak hadir kembali kenangan indah ketika menyanyikannya bersama dengan orang-orang terdekat kita.

Bagi saya pribadi, lagu-lagu dari group musik Denmark, Michael Learns To Rock (MLTR) ini banyak sekali menyimpan kisah-kisah indah bersama teman-teman akrab dulu. Biasanya kami menyanyikannya bersama dengan iringan gitar. Selain itu, ada beberapa lagu dari MLTR ini yang pernah menjadi media belajar bahasa Inggris semasa saya di Sekolah Menengah Atas dulu.

Masih tergambar jelas dalam benak ketika guru bahasa Inggris saya membagikan lembaran handout listening yang berisi lirik lagu MLTR - Paint My Love. Kami lalu dibawa ke ruangan audio-visual. Ada kejadian lucu di tengah berlangsungnya kegiatan belajar kami saat itu, seorang teman setelah melihat judul lagu dalam lembaran handout, iseng bertanya, “Pakai kuas nomor berapa, Pak, yang bisa untuk melukis cinta?” Kami spontan tergelak mendengarnya. Ya, ada kisah lucu dan banyak lagi hal-hal lain yang berhubungan dengan masa lalu indah terasa segar kehadirannya di depan mata saya ketika mendengar lagu-lagu MLTR ini.

Bagaimana dengan Anda? Barangkali juga punya kenangan romantis dengan lagu-lagu MLTR. Mari simak salah satu lagu karya MLTR di bawah ini:

Paint My Love
By Michael Learns To Rock


From my youngest years
till this moment here
I've never seen
such a lovely queen

From the skies above
to the deepest love
I've never felt
crazy like this before

Chorus:

Paint my love
you should paint my love
it's the picture of a thousand sunsets
it's the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love


Been around the world
then I met you girl
It's like coming home
to a place I've known

Back to Chorus:

Paint my love
you should paint my love
it's the picture of a thousand sunsets
it's the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love


Since you came into my life
the days before all fade to black and white
Since you came into my life
Everything has changed

Back to Chorus:

Paint my love
you should paint my love
it's the picture of a thousand sunsets
it's the freedom of a thousand doves
Baby you should paint my love

Bagaimana? Indah dan romantis bukan, lirik lagunya? Ya, Michael Learns To Rock agaknya piawai menulis lirik-lirik lagu yang manis. Group musik yang terbentuk pada tahun 1988 ini awalnya terdiri dari 4 personil, yakni Jascha Richter (vokal & keyboard), Kare Wanscher (drum), Mikkel Lentz (gitar) dan Soren Madsen (bass). Musiknya mulai mendapatkan tempat khusus di hati penggemarnya sejak mereka merilis album pertama pada 1991 yang bertajuk  "Michael Learns to Rock". Salah satu tembang dalam album ini, The Actor, pernah merajai puncak tangga lagu di Denmark setahun kemudian. Lalu, mulai meluas ke berbagai negara kepopulerannya. Lagu Paint My Love di atas berasal dari sebuah album kompilasi yang dirilis tahun 1996 dan sempat laku terjual sebanyak 3,4 juta kopi. Luarbiasa bukan? Tentu saja karena memang indah dan mampu menawan hati para penggemarnya di seluruh dunia. Banyak lagi lagu-lagu MLTR yang cantik dan enak didengar. Bila Anda suka, silakan unduh pada sejumlah tautan berikut ini:


  1. Michael Learns To Rock - Paint My Love

  2. Michael Learns To Rock - Take Me To Your Heart

  3. Michael Learns To Rock - 25 Minutes

  4. Michael Learns To Rock - That's Why (You Go Away)

  5. Michael Learns To Rock - The Actor

  6. Michael Learns To Rock - Betrayal

  7. Michael Learns To Rock - Blue Night

  8. Michael Learns To Rock - You Took My Heart Away

  9. Michael Learns To Rock - Nothing To Lose

  10. Michael Learns To Rock - Sleeping Child

  11. Michael Learns To Rock - Breaking My Heart

  12. Michael Learns To Rock - Complicated Heart

  13. Michael Learns To Rock - Forever and a Day

  14. Michael Learns To Rock - More than a Friend

  15. Michael Learns To Rock - Out Of the Blue

  16. Michael Learns To Rock - Any Way You Want It

  17. Michael Learns To Rock - Walk with Me

  18. Michael Learns To Rock - I'm Gonna Be Around

  19. Michael Learns To Rock - You'll Never Know

  20. Michael Learns To Rock - Love Will Never Lie

  21. Michael Learns To Rock - If You Leave My World



*Gambar dari blog boniew

Love in Vain, Senandung Indah Kegetiran Cinta

love in vain, the rolling stones, blues music


Setiap orang memiliki tafsir tersendiri mengenai musik. Ada yang memaknai kehadirannya sebagai penyemangat diri yang lelah, dan berharap setelah mendengarkan musik semangat akan muncul kembali, sehingga berbagai tekanan hidup yang membebani akan ringan saja terasa. Kehadiran musik di sini dipandang sebagai tamasya jiwa yang menyenangkan, menghibur bagi diri yang membutuhkan rehat barang sejenak.

Ada juga yang menafsirkan musik sebagai media penampung beragam kenangan yang sulit terlupakan. Di sini orang lalu mulai berupaya membuat simbolisasi akan tiap peristiwa berkesan yang telah lewat itu melalui baris demi baris kata terpilih yang menjadi lirik lagu, mengaransemennya sedemikian rupa sehingga layak diungkapkan kembali seindah mungkin dengan sentuhan bercita rasa tertentu. Dan, jadilah memori yang amat lekat di dinding jiwanya itu sebaris puisi yang didendangkan dengan alunan melodius atas nama ‘memanggil kembali’ masa lalu yang masih enggan melampau – betapapun pedihnya.

Dalam konteks ini, Love in Vain adalah sebuah lagu lawas yang diaransemen ulang oleh The Rolling Stones (pertama kali ditulis oleh seorang musisi blues kenamaan Robert Johnson pada 1937) agaknya ingin menyuarakan kembali kenangan tentang betapa getirnya kehilangan kekasih yang dicintai, namun kenangan bersamanya tetap rapi tersimpan di dalam hati: “Well I followed her to the station with a suitcase in my hand.”

Apa yang dicecap lidah jiwa ketika seseorang mengalami keadaan getir begini rupa? Tentu sangat sukar mengungkapkannya. Mungkin sepertinya tak ada satu kata pun yang dapat mewakili lirih erang kesakitan saat mengalami nestapa cinta sia-sia yang menyakitkan itu: “Whoa, it's hard to tell. It's hard to tell when all your love's in vain.”

Akan tetapi, di dalam kondisi yang demikian, sungguh cinta merupakan ujian tentang daya tahan, kegigihan yang mungkin dipaksakan hingga di ujung perpisahan. Tegar melihat bayangan dambaan hati yang hendak melintas pergi: “When the train come in the station, I looked her in the eye.” Selain itu, cinta yang memerihkan begini rupa sepertinya juga ingin memberi pelajaran dalam suasana kesepian yang amat menekan – walaupun ini berarti bukan pelajaran yang menyenangkan karena hanya menghasilkan kesedihan yang memilukan dengan linangan air mata: “Whoa, I felt so sad, so lonesome that I could not help but cry.”

Sesal. Itulah akhirnya yang tersisa ketika mengalami keadaan dalam kesia-siaan mencintai. Sesal itu mengendap dalam hati dan benak. Kehadirannya adalah wakil dari cahaya pengharapan cinta yang pupus, bagaikan sinar lampu di belakang kereta berlalu menjauh yang perlahan redup.

“When the train left the station, It had two lights on behind. Whoa, the blue light was my baby. And the red light was my mind. All my love was in vain.”

Sekalipun demikian, haruskah orang memelihara lirih kesakitan nestapa cinta yang lampau? Bisa ya, bisa tidak. Sebab ini tergantung pada pandangan pribadi seseorang dalam memaknai pengalaman pahit dalam mencintai, yang mungkin akan dijadikan panduan berguna supaya kelak tidak mengalami hal demikian lagi. Ya, semacam "standard operational procedure for loving in the future," hehehe… Dan pelajaran yang terpenting dari senandung indah erangan lirih tembang Love in Vain ini adalah pilihlah bersikap kreatif meskipun hati terasa pilu karena hal yang menyakitkan, tentu ekspresi yang disuarakan lebih menyentuh daripada sekadar meraung-raung dengan air mata yang membanjiri ruang hidup, yang mengakibatkan memudarnya semangat dalam diri. Sungguh sepahit apapun peristiwa yang terjadi di masa lampau, ia bukanlah rantai yang membelenggu jiwa. Sebaliknya, dengan melalui renungan yang penuh kesadaran, ia bisa menjadi guru nan bijaksana menuntun langkah manusia menuju kebahagiaan.[M.I]


* gambar dari situs discogs

Nasehat Buya Hamka: Latihlah Diri Berbuat Baik

nasehat buya hamka, cara melatih diri berbuat baik


Di lubuk hatinya yang terdalam manusia sebenarnya rindu berbuat kebaikan dan enggan atau malu berbuat jahat.

Bila suatu ketika orang tergelincir jatuh dalam perbuatan buruk, ia akan tertunduk malu dan merasa amat menyesal. Mengapa demikian? Tentunya sebagai mahluk yang berakal tiap orang akan mengakui bahwa yang baik tetap baik dan yang jahat tetaplah jahat. Lagipula fitrah insani (kesucian asli) dalam diri manusia lebih cenderung menyukai kebaikan semata daripada keburukan. Ini terbukti dengan penyesalan yang selalu datang menghampiri diri insan apabila ia telah melakukan suatu kejahatan. Kesadaran akan kesalahan yang telah diperbuat biasanya menjadi semacam koreksi diri bagi tiap insan. Maka dapat dikatakan bahwa kedurjanaan atau kesalahan bukanlah kehendak manusia yang asli.

Lantas apa yang mendorong manusia mau melakukan perbuatan buruk atau jahat itu? Tak lain adalah hasutan hawa nafsunya sendiri yang telah mengalahkan pertimbangan akal-budi. Ia menjadi lalai dan terlena dalam satu kesalahan menuju ke yang lainnya lagi. Sampai akhirnya manusia tersadarkan seketika melihat dirinya yang telah tenggelam dalam lumpur pekat kesalahannya. Di saat inilah baru timbul penyesalan diri yang amat dalam.

Buya Hamka, seorang cendekiawan dan ulama besar, pernah menjelaskan penyebab bagaimana insan telah terhalangi dalam melakukan kebaikan, yakni takshir (kelalaian). Kelalaian ini telah menghambat orang untuk membuat pertimbangan akal-budinya sehingga tak mampu lagi membuat perbedaan mana yang baik dan buruk, lalu menanamkan kebiasaan agar terus berbuat jahat. Dalam pengertian ini, beliau mengkategorikan kelalaian tersebut ke dalam empat perkara, sebagaimana yang dipaparkan berikut ini:


1. Kelalaian yang mengakibatkan pandangan seseorang melihat kebaikan dan keburukan itu sama saja.
“Pertama lantaran tidak dapat memperbedakan mana yang haq dengan mana yang bathil, atau di antara yang baik dengan yang buruk. Obatnya mudah saja, yaitu belajar.”
Tergelincirnya seorang insan disebabkan kelalaian jenis ini bersumber dari kemasabodohan, sikap tak mau ambil pusing untuk mempelajari apa saja yang baik dikerjakan, dan apa yang termasuk keburukan yang mengakibatkannya tenggelam dalam kesalahan. Sebagaimana yang dijelaskan Buya Hamka, jalan keluar dari melakukan kelalaian jenis ini adalah memotivasi diri agar mau belajar, baik dari kesalahan yang telah dilakukan maupun langsung meminta bimbingan dari seorang guru yang bijaksana. Jika tidak mau belajar, maka orang yang melakukan kelalaian jenis ini sangat mungkin termasuk ke dalam golongan “orang bodoh”.


2. Kelalaian yang sengaja dilakukan padahal sudah mengetahui.
“Kedua, sudah tahu, tapi tidak dibiasakan mengerjakan yang baik, sehingga dirasai bahwa mengerjakan yang jahat itu baik juga. Menghilangkannya tidak semudah yang pertama, berkehendak kepada latihan.”

Kelalaian jenis ini, menurut Buya Hamka, hanya dilakukan oleh ”orang bodoh dan sesat”. Hal ini disebabkan adanya kesengajaan untuk melakukan perbuatan buruk, dan bahkan berupaya untuk menjadikannya sebagai kebiasaan. Mungkin apabila sehari saja tidak berbuat jahat, orang tersebut merasa seperti ada yang kurang lengkap untuk mengisi kesehariannya. Sulit mengubahnya, tapi bukan berarti tidak bisa. Hanya butuh tekad yang kuat dan seorang pembimbing yang bijak lagi sangat sabar untuk melatih diri insan tersebut agar tak lagi melakukan kesalahan demi kesalahan.


3. Kelalaian yang dibiasakan untuk cenderung hanya pada berbuat keburukan.
“Ketiga, telah disangka bahwa yang jahat itu baik, dan yang baik itu jahat. Karena telah terdidik dari kecil dalam perasaan yang demikian. Lebih sukar mengobatinya daripada yang kedua. Ini harus mendapat pendidik atau guru yang lapang dada, yang sabar.”
Dalam pandangan Buya Hamka, kelalaian jenis ini khas dilakukan oleh orang yang bodoh, sesat dan fasik (sudah tahu tapi ingkar). Penyebabnya bisa bermacam-macam kondisi, salah satunya adalah lingkungan buruk tempat orang tersebut tumbuh berkembang sebagai pribadi, yang mengarahkannya agar senantiasa berbuat jahat. Solusi yang ditawarkan ulama besar Buya Hamka adalah dengan cara mencarikan seorang pembimbing yang mampu membuang segala keburukan yang tertanam dalam diri orang tersebut, dilatih untuk berbuat baik meskipun sukar secara terus-menerus.


4. Kelalaian untuk senantiasa berbuat keburukan karena telah menjadi bagian diri pribadi.
“Keempat, di dalam kejahilannya dan kerusakan didikan itu, hatinya busuk pula. Dia berpendapat bahwa mengerjakan kebaikan itu sia-sia saja, dan bekerja jahat itulah yang utama. Inipun lebih sukar memperbaikinya dari yang ketiga.”
Kelalaian yang keempat ini biasanya dikerjakan oleh orang yang bodoh, sesat, fasik dan jahat (durjana). Membenahi pribadi orang yang demikian, amat banyak kendala dan kesulitannya. Karena kecenderungan dari dalam jiwanya telah sejak lama menganjurkan dirinya bahwa kejahatan itu merupakan perangai utama, memberikan keuntungan lebih banyak daripada berbuat baik. Sungguh sangat mulia bila ada seorang pendidik yang faham berkenan sudi membimbing orang tersebut. Pada dirinya, si orang itu hendaknya juga mau diberi bimbingan tanpa memiliki prasangka buruk terhadap pembimbingnya. Sebab, jika tidak demikian tentu insan yang tergelincir itu akan kian dalam tenggelam masuk kubangan perbuatan dosa hingga akhir hayatnya. Sungguh sia-sia hidupnya dan sangat bertentangan dengan kesucian asli (fitrah) insani yang didapatkannya dari Tuhan Yang Maha Mengasihi Lagi Penyayang yang menginginkan dia menjadi manusia yang mulia.

Kesimpulannya, empat jenis kelalaian yang menghambat manusia berbuat kebaikan,  sebagaimana yang dijelaskan Buya Hamka ini, bersumber dari awalnya yakni memperturutkan kehendak hawa nafsunya lepas kendali laksana seekor kuda tanpa tali pengekang. Akal-budi menjadi mati, tidak berdaya untuk membuat timbangan tingkah-laku. Semoga kita menjadi insan yang senantiasa mampu berbuat kebaikan sepanjang hayat dengan sikap yang selalu “awas” mengamati gerak-gerik nafsu yang cenderung menggelincirkan diri sendiri ke dalam perbuatan buruk. Melatih diri untuk tetap berbuat kebajikan baik kepada diri sendiri, maupun terhadap sesama demi kembali pada fitrah insani dalam tiap diri kita.

Tips SEO: Optimasi Penggunaan Meta Tag

tips seo optimasi penggunaan meta tag, cara optimasi meta tag


Definisi Meta Tag

Meta tag sebagai elemen web berfungsi menyajikan metadata (informasi) untuk setiap dokumen HTML (konten), tetapi tidak terlihat / ditampilkan langsung pada halaman web.

Informasi metadata itu digunakan oleh browsers untuk memuat halaman konten (to display content and reload page), mengidentifikasi kata kunci (keyword search), merangkum isi konten, mempermudah halaman hasil pencarian (Search Engine Result Page SERP) dan layanan web lainnya. Seluruh informasi metadata tersebut biasanya diletakkan di bawah elemen head.



Penjelasan:

1. Berfungsi untuk mendeskripsikan isi konten (artikel/tulisan) dalam halaman web (web page)




2. Berfungsi untuk mengidentifikasi keywords yang ada dalam artikel




3. Berfungsi untuk menjelaskan siapa penulis konten (author's name)




Penggunaan Meta Tag untuk SEO

Ada 2 jenis meta tag paling penting dalam mengoptimasi web page di mesin pencarian yaitu, Meta Tag Description dan Meta Tag Keyword. Search Engine seperti Google akan menempatkan halaman web pada direktori pencarian dengan memanfaatkan informasi metadata yang terdapat dalam Meta Tag Description, dan sekaligus memberikan penjelasan singkat (summary)mengenai halaman Web di halaman hasil pencarian (SERP). Sedangkan Meta Tag Keyword digunakan oleh mesin pencari untuk menentukan kata kunci pencarian (keyword search).

Penting untuk diperhatikan dalam cara penggunaan dari 2 jenis meta tag ini adalah sebagai berikut:

- Pilihan kata atau frasa yang akan dipakai dalam Meta Tag Description juga memuat kata kunci (keywords).

- Kata-kata kunci (keywords) tidak diulang-ulang, sebab search engine akan mengkategorikannya sebagai spamming keywords yang berakibat halaman web kita diabaikan dalam penempatan direktori pencarian. Gunakan tanda koma (,) untuk memisahkan tiap kata kunci.

Singkatnya, supaya konten (artikel/tulisan) yang kita buat bisa berada di peringkat pertama halaman hasil pencarian (SERP), optimalkan penggunaan meta tag dalam halaman web. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda. Salam blogging.[M.I]

Pribahasa Cina

Pribahasa Cina, Chinese Proverbs


Bangsa Cina telah lama terkenal akan ketinggian budaya dan peradabannya. Mempelajari kebijaksanaan yang tersimpan dalam pribahasa Cina tentu baik sekali untuk memperluas wawasan kita, menambah ilmu pengetahuan baru yang kelak suatu saat tertentu dapat digunakan secara praktis pula. Berikut ini ada beberapa pribahasa Cina yang menarik untuk dicermati:


1. 滴(dī)水(shǔi)之(zhī)恩(ēn)當(dāng)以(yǐ)湧(yǒng)泉(quán)相(xiāng)報(bào)

"Setetes air akan memancarkan kembali musim semi."

Pesan Moral: Sekecil apapun bantuan yang pernah didapat seseorang, ia mesti membalas budi-baik tersebut tepat di saat orang yang pernah membantunya itu membutuhkan.

2. 自助者天助。(Zì zhù zhě tiān zhù)

"Tuhan akan membantu mereka yang membantu dirinya sendiri."

Pesan Moral: Penderitaan dan kesulitan hidup seseorang tak akan lenyap jika dia tidak berusaha keras lepas darinya.


3. 路(lù) 遙(yáo) 知(zhī) 馬(mǎ) 力(lì), 日(rì) 久( jiǔ) 見(jiàn) 人(rén) 心(xīn)

"Menempuh jarak yang jauh, kekuatan kuda akan diketahui. Melewati waktu yang lama, isi hati seseorang bisa dipahami. "

Pesan Moral: Anda akan mengenal dan memahami karakter seseorang setelah bergaul cukup akrab dengannya. Dan dengan cara ini pula Anda akan menilai apakah seseorang itu layak dijadikan teman sejati.


4. 知己知彼,百戰不殆。(Zhī jǐ zhī bǐ, bǎi zhàn bù dài)

"Kenali diri sendiri dan musuh Anda. Dalam seratus pertempuran, kemenangan berada di tangan Anda tanpa mengalami kekalahan sekalipun."

Pesan Moral: Mengetahui kemampuan diri sendiri dan cermat mengidentifikasi setiap persoalan yang sedang dihadapi, hal ini akan membuat Anda mudah menemukan solusinya tanpa kesulitan sama sekali.


5. 世上 无 难事, 只怕 有心人 (shi shang Wu Nan shi, zhǐ pa yǒu Xin ren)

"Bertahanlah agar mampu menyelesaikan tugas-tugas yang tampaknya mustahil."

Pesan Moral: Dimana ada kemauan, di situ ada jalan. Tekad yang kuat akan mengalahkan segala rintangan.


6. 讀萬卷書 不如 行萬里路 (读万卷书 不如 行万里路) (Du Wan juǎn Shu Buru Xing wànlǐ lu)

"Membaca sepuluh ribu buku tidak berguna dibanding dengan melakukan perjalanan sepuluh ribu mil."

Pesan Moral: Pengalaman praktis lebih berguna daripada teori.


7. 今日 事, 今日 畢 (今日 事, 今日 毕) (Jinri shi, Jinri BI)

"Hal hari ini, dilakukan hari ini"

Pesan Moral: Jangan menunda sampai besok apa yang bisa diselesaikan hari ini.



8. 斩 草 不 除根, 春 风吹 又 生 (zhǎn cǎo bu Chu Gen, Feng Chun Chui Anda Sheng)

"Jika akar gulma tidak dicabut selama penyiangan, ia akan tumbuh lagi ketika angin musim semi menerpa."

Pesan Moral:
- Selesaikan tugas Anda sampai tuntas.
- Mengatasi suatu masalah, sumber masalah mesti ditangani dulu.


8. 玉不琢不成器 (yu bu Zhuo Bu Cheng qi)

"Batu giok mesti diukir sebelum dapat dianggap sebagai permata."

Pesan Moral: Seseorang membutuhkan pelatihan dan disiplin untuk membangun karakter.


9. 水能 載 舟, 亦能 覆舟 (shuǐ Neng Zai Zhou Yi Neng FU Zhou)

"Air tak hanya dapat mengapungkan perahu, air juga menenggelamkannya."

Pesan Moral: Tabiat baik seseorang bisa mengangkat kemuliaan derajad dirinya. Sebaliknya, tabiat buruk justru akan menjerumuskan dirinya menjadi hina.

Bagaimana menurut Anda? Cukup menarik dan mengandung pesan moral yang dalam, bukan? Semoga bisa memberikan manfaat untuk Anda.


Sumber : wikiquote

Sajak Jalaluddin Rumi : Bulan Puasa Telah Tiba

sajak rumi bulan puasa telah tiba, blog dofollow


BULAN PUASA TELAH TIBA

Jalaluddin Rumi


Bulan puasa telah tiba. Larangan raja mulai berlaku.

Jauhkan tanganmu dari makanan, hidang ruhani telah tersaji

Ruh bebas dari tanah pengasingannya dan membekuk tangan tabiat buruk.

Hati yang sesat telah dikalahkan dan prajurit iman telah tiba.

Laskar penidur telah menyerah dan segera ditawan

Dari bara penyulut api jiwa pun tiba seraya meratap.

Arca lembu itu alangkah elok, Musa bin Imran muncul

Dengannya jiwa yang mati hidup kembali karena tubuh menunaikan ibadah qurban.

Puasa ialah upacara qurban kita, ialah yang menghidupkan lagi jiwa.

Mari kita qurbankan jasmani kita, karena jiwa sang tamu agung tiba.

Iman yang teguh adalah awan lembut, kearifan hujan yang tercurah darinya –

Karena pada bulan iman inilah al-Quran diwahyukan.

Apabila nafsu badani dikendalikan, ruh akan mendaki langit

Apabila pintu penjara (tubuh) dirubuhkan jiwa akan memeluk Kekasih.

Hati telah menukar tabirnya yang gelap dan mengepakkan sayap ke angkasa.

Hati, yang bak malaikat, sekali lagi tiba di tengah-tengah mereka.

Pada saat Isa Almasih terjatuh dari keledai yang ditungganginya

Ketika itulah doanya dikabulkan oleh Allah Subhana wa Taala.

Cucilah tanganmu karena hidangan langit telah tiba,

Cucilah tangan dan mulutmu, jangan makan dan bercakap kotor.

Carilah kata-kata dan sesuap nasi yang dikaruniakan untuknya Si Diam!


(Diterjemahkan oleh Abdul Hadi W. M.)


Sajak Bulan Puasa Telah Tiba di atas adalah salah satu karya Guru Sufi Jalaluddin Rumi.
Karya beliau yang lain adalah Ruba’iyyat (sajak empat baris dalam jumlah 1600 bait), Fiihi Maa fiihi (dalam bentuk prosa; merupakan himpunan ceramahnya tentang tasawuf), dan Maktubat (himpunan surat-suratnya kepada sahabat atau pengikutnya). Beliau adalah seorang 'guru spritual besar' yang mengembangkan tarekat Maulawiyah atau Jalaliyah. Di Barat nama tarekat ini dikenal sebagai The Whirling Dervishes (Para Darwisy yang Berputar-putar), karena para penganutnya yang menari berputar-putar, dengan iringan gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase. Berikut ini ada alunan musik meditasi sufi yang mungkin saja Anda tertarik mendengarkannya.

Sufi Meditation Music - La Illaha Illa Allah

Sufi Meditation Music - Allahu Akbar Ya Rahman Ya Rahim

Sufi Meditation Music - Ya Rabbi Salli Alal Habib Muhammadin


Makna Puasa

makna puasa menurut kh muhammad arifin ilham, manfaat berpuasa, arti puasa, blog dofollow
Ustad K.H Muhammad Arifin Ilham
Bagi ummat muslim, Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan menyimpan makna yang amat dalam. Di bulan ini ummat muslim melaksanakan ibadah puasa yang memiliki arti ibadah tersendiri. Berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya merujuk pada arti ‘menahan rasa haus dan lapar’ saja, namun lebih mengarah pada penyucian ruhani dengan melatih diri agar mampu bersikap ikhlas dan mengendalikan diri sendiri.

Dalam konteks ini, Ustad K.H Muhammad Arifin Ilham menerangkan pengertian esensial mengenai ibadah puasa (Shoum) bagi ummat muslim.

“Esensi shoum adalah ikhlas yang tidak terlihat dalam aktifitas gerak”. Menurutnya, shoum itu ibadah diam (QS 19:26). Seorang hamba melaksanakan ibadah puasa karena dia merasa ikhlas dan nilai dari melakukan ibadah puasanya hanya diketahui oleh Allah SWT. “Mengapa sahabatku tidak sakit dan stress saat shoum padahal lapar dan haus? Mengapa tidak mau makan sembunyi-sembunyi padahal tidak ada yang lihat? Karena ikhlas dan ditatap Allah SWT,” terangnya lebih jelas lagi.

Selanjutnya, shoum adalah pengendalian diri untuk menumbuhkan sifat syukur dan zuhud (sederhana). ”Makna kedua shoum adalah mengendalikan diri. Dimulai dari yang halal, makan, minum, dan seks.” Dalam pengertian mengendalikan yang halal, Ustad Arifin menerangkan bahwa halal yang tidak terkendali akan jadi haram, mubazir namanya. Alangkah sia-sianya bila makanan dan minuman halal yang kita upayakan secara halal pula menjadi mubazir karena berlebih-lebihan, tidak sesuai porsi yang dibutuhkan. Berpuasa juga akan menumbuhkan sifat syukur. Ini berarti puasa menuntun insan untuk menghargai betapa berartinya nikmat karunia Allah SWT yang dia dapatkan. Menghargai betapa berartinya ’sebutir beras dan seteguk air’ di saat kondisi diri sedang berpuasa itu. Juga lebih menajamkan kepekaan sosial insan terhadap orang-orang di sekitarnya yang kurang beruntung, serba kekurangan dalam kehidupannya sehari-hari.

K.H Muhammad Arifin Ilham menjelaskan lagi bahwa puasa menjadikan insan lebih mawas diri. Dalam pengertian ini, shoum adalah menjaga diri dari berdusta dan berkata kasar. Beliau merujuk pada salah satu hadist Rasulullah:
”Siapa yang tidak menjaga mulutnya dari dusta, kotor dan kasar, maka Allah tidak berhajat sedikitpun untuk menilai puasanya.”

Shoum sebagai alhifdzu (menjaga) diri insan lebih luas lagi mengarah pada pengertian ”menjaga aktifitas jasmani dan ruhani”. Menurut Ustad Arifin, puasa mampu mencegah insan untuk ghibah (bergosip) yang sama sekali tidak bermanfaat. Puasa pun dapat menjaga insan untuk tidak berpikiran buruk, membentengi hati dari sifat riya’ (suka disanjung-puji) dan ’ujub (sombong dan berbangga diri). Esensi puasa dalam artian menjaga adalah juga mencegah diri untuk berbuat maksiat, menjaga tangan dari menjamah yang haram.

Dalam suatu ceramahya yang dikasetkan, Buya Hamka juga menjelaskan makna ibadah puasa di bulan Ramadhan.
"Ibadah puasa itu untuk memperteguh hubungan manusia dengan Allah SWT."
Beliau memperjelas pengertian dari ayat 183 - 185 Surah Al-Baqarah yang menjadi dasar perintah menjalankan ibadah puasa. Silakan Anda dengar dan simak penjelasan beliau langsung.

ceramah Buya Hamka tentang ibadah puasa.

Demikian ringkasan makna puasa, semoga dapat memberikan manfaat. [M.I]

Lagu-lagu Islami Penyejuk Jiwa

download lagu ustad jefri al buchori, lagu-lagu islami penyejuk jiwa, lagu maher zain, lagu opick, lagu hadad alwi dan sulis, blog dofollow
Ustad Jefry Al Buchori

Mendengar dan menyimak lagu-lagu bernada Islami terasa sejuk mengalir memasuki relung hati dan jiwa. Ada seni yang indah, seni yang memberi kesadaran bahwasanya keindahan hanya dapat menyinari jiwa manusia bila ia jauh dari berbagai perbuatan dosa. Cobalah simak lagu yang ditulis dan disenandungkan Alm. Ustad Jefry Al-Buchori ini: 
Bidadari Surga
OLEH Jefry Al Buchori

Setiap manusia punya rasa cinta,
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta

Kuinginkan dia,
yang punya setia
Yang mampu menjaga
Kemurniaannya
Saat ku tak ada,
ku jauh darinya,
amanah pun
jadi penjaganya

Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah..
Bidadari Surgaku

Tiada yang memahami,
Segala kekuranganku
kecuali kamu, bidadariku

Maafkanlah aku
dengan kebodohanku
yang tak bisa membimbing dirimu

Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku
Engkaulah..
Bidadari Surgaku


Lagu ‘Bidadari Surga’ ini tentu sangat jelas berpesan bahwa bila ingin kehidupan kita bahagia, bersikaplah amanah dan sadarilah perbuatan buruk selalu bersumber dari kejahatan hawa nafsu (syahwat) yang lepas kendali. Sifat khianat selalu berakibat buruk dalam hubungan apapun di antara manusia, apalagi berbuat khianat terhadap pasangan hidup kita. Akibat dari berbuat khianat, cinta yang merekatkan hati insan akan lenyap berganti dengan kebencian dan ’dusta sang ibu dari sekalian dosa’.

Dalam lagu ini, almarhum Ustad Uje, sambil menghibur ia juga bermaksud menasehati kita agar senantiasa menjaga kesucian cinta kasih dengan sikap menjaga amanah. Karena, akar kehidupan bahagia ada di dalam kesetiaan dan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Bidadari Surga ini benar-benar lagu yang penuh makna. Saya suka sekali liriknya yang menasehati, dan penghayatan penyanyinya dalam membawakan tiap baris kata-kata dalam lagu tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Suka juga dengan lagu-lagu Islami penyejuk rohani? Silakan download pada tautan yang diberikan berikut ini:


PETUNJUK: Left-click pada tanda "v" di menu dropdown. Lalu ketika judul-judul lagu sudah tertera, pilihlah dan Left-click saja untuk menuju pada tautan pengunduhan downloaded link.

Tips SEO: Optimasi Penggunaan Gambar Ilustrasi dalam Artikel

tips seo optimasi penggunaan gambar ilustrasi dalam artikel, trik optimasi gambar berkualitas SEO, cara optimasi gambar agar lebih berkualitas, tips memaksimalkan penggunaan kata kunci, metode optimasi seo, optimasi gambar, optimasi gambar dalam menerapkan SEO pada blogger, tips optimalisasi gambar untuk meningkatkan SEO, optimasi SEO menambahkan alt tag dan title tag, tips optimasi gambar untuk website, optimasi gambar untuk bisa di baca oleh mesin pencari, blog dofollow
Optimasi SEO dengan gambar


Penulis artikel akan merasa sangat puas bila posting-an yang ditulisnya menempati urutan pertama pada semua mesin pencari (Google, Ask, Yahoo, Bing, dan lainnya). Ini akan membuat Blog kesayangannya ramai dibanjiri visitor dengan pagerank yang juga otomatis naik meningkat.

Salah satu tips SEO (Search Engine Optimization) agar Blog banyak dikunjungi pengguna internet adalah dengan menggunakan gambar ilustrasi yang direkatkan dalam artikel yang kita tulis. Tapi, tentu saja ada trik khusus agar pemasangan gambar ilustrasi tadi tidak sekadar untuk memberi deskripsi tambahan yang mendukung tema artikel saja, ataupun hanya semata untuk menimbulkan kesan tertentu. Berikut ini adalah cara-cara praktisnya:


1. Masukkan kata kunci (keywords) yang tepat dalam gambar ilustrasi posting-an.

Pahamilah bahwa gambar (image) yang ikut dimuat dalam artikel kita sebenarnya adalah teks atau presentasi grafis (a graphical presentation). Struktur syntax dari tiap gambar yang telah diunggah selalu diawali dengan tags "img", diikuti dengan atribut ”src” yang berarti source (sumber gambar, biasanya alamat URL-nya), dan ”alt” yang berarti alternate text (keterangan teks tentang gambar yang akan dibaca mesin pencari). Simple source code -nya adalah:


Nah, supaya browser yang dipakai netter dapat mengarahkan ke halaman tertentu blog dengan muatan artikel kita tadi, optimasikan keywords pada bagian teks yang menerangkan gambar (alt=”......keywords Anda”). Cara ini sederhananya diistilahkan dengan ’nembak mesin pencari’. Sebab, setiap gambar ilustrasi yang diberi muatan keywords akan cepat diindeks oleh mesin pencarian sesuai input yang diketikkan oleh para pengguna internet pada bagian pencarian (search).


2. Gunakan tambahan atribut pada syntax untuk gambar ilustrasi.

Source code (kode sumber) untuk gambar ilustrasi sebaiknya diberi atribut tambahan oncontextmenu=”return false;” secara lengkap kodenya adalah berikut ini:


Penambahan atribut ini untuk menghindari gambar ilustrasi dari artikel kita tidak bisa di copy paste dengan mudahnya. Sedangkan, penggunaan atribut ”width=....px” dan height=”....px” dimaksudkan agar Anda mudah mengatur ukuran gambar sesuai keinginan.


3. Fungsikan gambar sebagai tautan menuju ke alamat posting-an (internal links).

Gambar ilustrasi dapat berfungsi efektif apabila Anda manfaatkan juga sebagai sebagai tautan (internal links) menuju ke alamat posting-an. Source code lengkapnya bisa dilihat di bawah ini:


tulis keywords Anda

Ini contohnya. Coba anda klik kanan untuk copy paste, lalu klik kiri


Cara ini sebenarnya termasuk teknik blackhat SEO. Sebab, ketika pengguna pengguna internet kesal tidak bisa meng-copy paste gambar ilustrasi Anda dengan cara right-click, dia akan termotivasi untuk mencoba left-click yang berakibat terbukanya dua jendela baru (new windows) dan menghasilkan hit yang dihitung sebagai halaman blog terbaca (pageviews) untuk blog Anda, hehehe.. Tapi semuanya tergantung Anda, kalau mau memakai cara ini, ya, silakan. Mengabaikannya pun juga boleh.


4. Letakkan gambar ilustrasi pada awal posting-an

Gambar ilustrasi sebaiknya diletakkan pada awal posting-an Anda. Posisinya mana yang menurut Anda bagus dan enak dilihat, tetapi perlu diingat bahwa mesin robot pencari akan merayapi halaman blog Anda dari arah kiri atas terus menuju ke kanan dan bagian bawah (footer). Cara ini akan mempercepat posting-an Anda naik pada urutan pertama hasil pencarian (SERP: Search Engine Result Page).


5. Beri nama file gambar lebih spesifik, dan tambahi dengan caption

Gambar yang dihasilkan lewat pemotretan dengan kamera digital biasanya tidak memiliki nama file yang spesifik contohnya seperti ini: IMG 5218.jpeg. Untuk itu ubahlah penamaan file nya ini, misalnya menjadi foto-pantai-sanur-bali.jpeg. Penamaan baru untuk gambar tersebut akan dengan cepat diindeks oleh Google Image Search setelah diunggah ke internet. Tak kalah penting juga adalah pemberian caption atau keterangan singkat di bawah gambar. Penggunaan caption pada gambar ini bertujuan untuk memberikan relevansi tautan pada artikel yang ditulis. Sehingga dapat lebih spesifik lagi robot mesin pencari mengarahkan netter ke halaman blog kita.


Saya kira baru hal-hal ini saja yang bisa saya paparkan soal optimasi SEO dalam penggunaan gambar ilustrasi, lain kali akan saya berikan tips-tips praktis lainnya. Semoga bermanfaat. [M.I]