Ada Cut Nyak Dhien dalam Jiwa Kami!

Kami pernah dihantam tsunami sebesar gunung,
beribu-ribu mayat mengapung:
bapak, ibu, abang, adik kami pergi
meniti tangga takdir ditetapkan Ilahi.

Apa ini mengurung kami dalam murung?

Tidak! Kami akan terus melanjutkan cita-cita agung
yang mungkin sempat terlepas dari genggam angan
saudara kami yang tenang di sisi Tuhan.

”Haram bagi perempuan Aceh menangis!”

Petuah Cut Nyak meneguhkan kami.
Beliau tak pernah menangisi,
jasad syahid yang berjuang di jalan-Nya,
juga mereka yang rela dan ikhlas
terhadap takdir ditetapkan Yang Maha Kuasa.
Ini petuah jadi keramat ──
telah amat kuat menumbuhkan semangat
untuk kami tetap bergiat
membangun bumi Aceh yang kami cintai,
menegakkan kembali pilar-pilar syari’at
dalam kehidupan yang bergerak menggeliat
biar pun saudara kami tak lagi bersama di sini
Namun ada Cut Nyak Dhien dalam jiwa kami
yang menjadi tenaga semangat
dahsyat melebihi gelombang tsunami.