Misteri Cinta

misteri cinta, Blog Dofollow


Cinta adalah sebuah proses misterius, menggetarkan hati dan mengubah wujud yang mengalaminya dalam bentuk baru tanpa ada upaya penolakan sama sekali. Bersama cinta kerapkali seiring-sejalan kerelaan yang mesra bergandengan tangan. Saling menuntun ketika menapaki jalan terjal, berliku, penuh ancam dan intaian bahaya. Dan perjalanan ini menurut pikiran rasional adalah ’bunuh diri’, tetapi bagi kalbu yang telah diterpa daya cinta itu adalah ’keniscayaan’ yang mesti ditempuh demi pencerahan mencapai kesejatian.

Dalam pandangan sufistik Rumi, mencintai berarti rela mengalami dera demi menikmati keindahan yang tak terperikan dalam sebuah dunia yang penuh rahasia (dibangun oleh pertentangan sengit antara akal dan hati).

”Orang yang mencintai menemukan tempat-tempat rahasia di dunia yang penuh kekerasan ini. Di sanalah mereka ’melakukan transaksi dengan keindahan’.Tapi tempat seperti itulah yang tak diakui “Nalar”.

Ekspresi menyoal kemisteriusan cinta memiliki banyak ragam. Tujuannya pun bermacam-macam pula. Ada yang mencoba sekadar untuk mengagumi, merasakan dayanya, ataupun bermaksud memanggil ulang rekaman kenangan tertentu betapa cinta nan misterius itu pernah membuat diri yang mengalami berbagai kejutan. Bagi para seniman, mengekspresikan cinta yang tak dapat dibatasi dalam bentuk "satu wujud" yang kaku itu karena kemisteriusannya, telah membuat mereka mampu menghasilkan berbagai karya.

Begitulah kiranya Nicky Astria dengan lengkingan vokalnya yang memesona juga tampak bermaksud berbagi pengalaman kemisteriusan cinta dalam lagunya "Misteri Cinta". Menurutnya, di saat cinta mulai menghampiri, apa saja dapat dilalui. Dan menyongsong kedatangannya adalah keharusan tanpa perlu mempertanyakan lagi apa gerangan rintangan yang menghadang. Kekuatan cinta niscaya akan melenyapkan segala dera, dan demi hangat peluk ”sang cinta” pula, setiap torehan luka akan lenyap sekejap sejak itu sama-sekali tak perlu dirasakan sakitnya - karena dia yang mencintai niscaya akan berkata, "Aku pasrah dalam rangkulnya".
Kala cinta berlabuh di dermaga
kutelusuri karang terjal berliku
tak perduli pasirnya yang melukai
aku pasrah dalam rangkulnya

Sungguh cinta mampu menggetarkan hati siapa saja. Namun, cinta yang menggetarkan itu tak dapat disangkal, juga membutakan jika tak dapat melihat dengan kejernihan. Ia menenggelamkan orang dalam pekat kabut prasangka. Mengalami "cinta berlumur dusta" adalah merasakan kebutaan mencintai. 
Bila cinta berlumur dusta
aku tenggelam dalam keruhnya
sebab dia memberi surya
walau dia perih menyalibku

Cinta yang demikian produktif menghasilkan pertentangan dari dalam yang tak terelakkan – inevitable contradiction. Sentuhannya bagai pedih tikaman belati tajam romansa di tubuh dan jiwa. Tetesan darah yang mengalir dari luka ”mencintai” adalah getaran ketulusan untuk yang dicintai. Biarpun getaran itu kian memperlebar luka.
Pedihnya kemesraan yang dalam
adalah luka karena tikamnya
tetes darah di atas suka cita
adalah suka lara di atas getarnya

Cinta ”sang misterius” itu dapat menjadi gerak gravitasi yang amat kuat menarik. Seperti daya tarik rembulan yang cahayanya mampu mengubah laut tenang menjadi riuh akan riak gelombang. Di dalamnya, yang mencintai begitu mengharapkan yang dicintai menjadi petunjuk laju sampan kecil terombang-ambing, terdampar di pantai indah – suatu tempat rahasia yang hanya ditemui di dalam kepasrahan total.
Aku menjadi bulan atas riaknya
aku menjadi bintang di atas gelombang
aku jadi segala yang diinginkannya
untuk didamparkan di pantai ini
Sebagai proses misterius, cinta adalah ”sang penakluk” yang bertangan dingin. Karena, semakin orang mencintai sungguh ia akan kian tenggelam dalam apa yang dicintainya - takluk dan tunduk tanpa perlawanan sama sekali.[M.I]