Bila Kuliah Belum Memungkinkan

Writing down


Sore yang cerah saya sedang santai di beranda rumah ketika anak tetangga saya yang baru lulus SMU, Dwi datang menghampiri.

“Bang.. Lagi santai, ya?” sapanya sembari mendekat ke arah saya. ”Ajari lagi cara ngedit lagu MP3, ya, bang?” Saya tersenyum melihat antusias dirinya.

”Bisa diatur. Tapi hasilnya mau diapain,Wi?” tanya saya.

”Pengen di burn dalam CD aja, bang. Siapa tahu nanti bisa laris dijual.”

”Ayolah..” ajak saya kemudian, ”Langsung nyobain pake program MP3AudioEditor. Lebih mudah aplikasinya, Wi..”

Tak lama kemudian saya pun menerangkan padanya fitur-fitur program editor lagu tersebut. Ia dengan tekun menyimak. Setelah mencoba sendiri bagaimana menggabungkan file-file MP3 dan menambahi sound effect tertentu pada tembang kesayangannya, Dwi tampak senang sekali. Lalu, ia utarakan maksudnya mengapa ia begitu antusias mempelajari program-program komputer praktis yang sering saya unduh dari internet.

”Dwi belajar program-program kayak gini, bang.. Jujur aja.. Sebenarnya Dwi mau mutar uang tabungan jadi modal usaha.”

”Rencana mau buka usaha apa,Wi?”

”Dwi mau buka kios jual-beli pulsa sama jual jasa isi lagu di HP, bang. Mau kuliah duit nggak ada. Emak bilang kalau Dwi tetap mau lanjut sekolah, cari sendiri biayanya. Bapak sama emak nggak sanggup lagi.” Matanya tampak menerawang jauh, ”Makanya Dwi nekat mau cari sendiri dana untuk kuliah nanti. Siapa tahu terwujud, ya, bang?”

Terus terang saya terharu mendengar pengakuannya. Saya tahu memang kondisi hidup sehari-hari keluarganya sangat sederhana.

”Pasti bisa terwujud, Wi.. Yang penting usaha sama yakin aja..” kata saya menyemangatinya.

”Arahkan Dwi, ya, bang.. Dwi pengen sekali kuliah, bang.. Biarlah sementara ini Dwi usaha kecil-kecilan dulu.. Ngumpulin duit buat biaya kuliah nanti..”

”Santailah, Wi.. Yang penting kamu tetap semangat. Pasti ada jalan, kok..”

”Iyalah, bang.. jawabnya pendek. Ia lalu menundukkan wajahnya.

***
Peristiwa sore tadi membuat saya berpikir lama. Saya mencoba untuk memahami betapa candu menuntut ilmu ke jenjang perguruan tinggi, harganya masih kelewat mahal untuk lulusan SMU seperti Dwi. Bagi Dwi yang bapaknya hanya seorang satpam di sebuah pabrik di kota saya, keadaan perekonomian sehari-hari yang pas-pasan sepertinya membatasi langkahnya untuk masuk bangku kuliah. Tetapi, ia tak menyerah dengan keadaan. Dwi memutuskan untuk bekerja dulu, memulai usaha semampunya dengan modal uang tabungan sendiri demi mengumpulkan biaya pendidikannya nanti.

Saya kira masih banyak Dwi-Dwi yang lain di tanah air ini, yang hanya karena persoalan klasik: ketidakmampuan membiayai pendidikannya, lalu memutuskan untuk langsung bekerja setamat SMU. Untuk mereka, saya memberikan beberapa tips berikut ini yang mudah-mudahan bisa bermanfaat:

1. Pilihlah bidang pekerjaan yang mampu dilakukan dan disukai.

2. Buka pikiran. Bentang wawasan dengan cara menambah ilmu pengetahuan yang bersifat teknis dimana secara praktis bisa menghasilkan uang. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengikuti kursus tertentu atau bisa melalui orang yang dikenal dekat.

3. Kembangkan terus bakat dan hobi yang dimiliki. Terbukti bahwa orang yang melakukan pekerjaan sesuai bakat dan minatnya lebih cepat berhasil.

4. Jangan sungkan bertanya pada orang yang lebih mahir atau lebih memahami bidang pekerjaan yang sedang dilakoni. Kesulitan hanya hambatan sementara sebab bila bertanya pada yang lebih ahli maka akan didapat jawaban atau cara mengatasinya.

5. Bila dalam berusaha mengalami kegagalan, jangan pernah menyerah. Karena hal yang paling penting bukanlah kegagalan Anda, tetapi seberapa kuat Anda mampu bangkit dari kegagalan itu sendiri.

6. Selalu berdo’a. Batas kemampuan diri pasti ada. Tetapi, pertolongan Tuhan karena Anda selalu mendekatkan diri pada-Nya tak terbatas.

7. Jangan boros! Menabunglah! Bukankah Anda bekerja atau buka usaha karena didorong niat awal mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan kelak?

8. Komitmen dalam bentuk bertanggung-jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

9. Yakin usaha sampai. Apa yang Anda upayakan saat ini adalah langkah konkrit untuk membuka jalan ke tujuan Anda.

10. Jangan tergoda dengan uang yang dihasilkan oleh pekerjaan Anda sehingga semangat Anda meredup untuk menuntut ilmu. Antara uang dan ilmu, dua-duanya memiliki godaan yang sama besar dan kuat. 

11. Ingatlah selalu: ”When one door is closed, many doors are opened.” Tetaplah bersemangat!