Do'a Sering Dipanjatkan Saat Kesusahan


Saat itu cuaca begitu panas. Kaki serasa menginjak bara membara yang terserak.

Dari kejauhan seorang lelaki tampak kepayahan berjalan. Ia bertelanjang kaki. Tak jarang ia menjinjit ketika telapak kakinya menyentuh tanah. Tak tahan rupanya ia menjejak setapak berkerikil tajam yang terasa begitu memanggang. Ia berjalan terseok karena kehilangan sepatunya.

Tak berapa lama kemudian ia terduduk. Bersandar di dinding kusam sebuah bangunan tua.

"Oh, Tuhanku.. Kenapa Engkau turunkan musibah ini padaku. Di tengah hari yang begini panas. Sepatuku hilang dicuri orang. Tolong kembalikan sepasang sepatuku dan buatlah cuaca sedikit bersahabat."

Tak sadar ia rupanya. Ketika berkeluh-kesah dalam do'anya tadi, seorang pelintas lewat di depannya dan dengan iseng menanggapi,

"Saat tertimpa musibah.." pelintas itu diam sejenak menatapnya penuh makna, "Lidah lancar mengucapkan segala macam do'a. Meratap-ratap, memohon pertolongan dari Tuhan. Namun ketika dalam kesenangan, orang langsung lupa diri. Jangankan mau ingat untuk mendekatkan diri pada-Nya, terlintas sedikit niat untuk berdo'a pun tidak!"  

Lelaki yang kehilangan sepatu itu hanya bersungut-sungut mendengarnya.


(*) Ilustrasi dari SINI