Pengertian Cinta Ala Don Juan

Tirso de Molina, pengarang drama dari Spanyol ( 1583 - 1648 ), mengarang drama Don Juan pertama kali.

Sebuah kisah yang penuh intrik dan dilakonkan dengan berseni sekali untuk mengilustrasikan pengertian 'cinta'.

Bagi Don Juan, si pemeran utama, cinta itu memberikan kebahagiaan secara kuantitatif. Maka, ia perlu sebuah metode untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kebahagiaan-kebahagiaan dengan jenisnya yang berbeda.

Don Juan sangat mengenal dirinya. Ia mahluk sehat yang ingin melipat-gandakan diri.

"Sama sekali bukanlah karena kurangnya cinta yang membuat Don Juan berpindah-pindah dari satu wanita ke wanita lain. Konyol bila kita menampilkannya sebagai seseorang yang mencari cinta yang mutlak." Demikian Albert Camus memberikan analisa.

Don Juan hanya mensyukuri bahwa cinta memberikan kebahagiaan. Setiap kali ia mencintai seorang wanita, ia segera sadar bahwa kebahagiaan menyinari hidupnya pada suatu segi tertentu. Ia pun terilhami bahwa semakin banyak ia mencintai wanita-wanita lainnya lagi, maka hidupnya dari berbagai segi, tak mustahil akan menjadi benderang, berkilauan dan terasa nikmat. Ia seorang 'burlardor' yang paham bagaimana caranya menikmati hidup. Sebab, ia sadar bahwa petaka terbesar dalam kehidupan seseorang adalah kehilangan gairah untuk menikmati hidup.

Don Juan hanya membuat dirinya menjadi nyata, eksis sebagai seorang individu yang berlipat-ganda kebahagiaan.

Lalu ketika seorang wanita lainnya berkata,

"Akhirnya kuberikan cintaku yang tulus untukmu."

Don Juan pun tersenyum. Dalam hati ia berkata, "Akhirnya bukan cinta tapi hanya tambah satu saja. Satu lagi jenis kebahagiaan dengan cita rasa yang berbeda."