Untukmu Kekasihku

Aku heran.
Kadang bertanya-tanya sendiri,
sering bergumul dengan penasaran menari-nari
di dalam hati dan di ruang kepalaku
mencari tahu mengapa aku
jadi orang yang menerima cintamu.

Kau cantik.
Mungkin akibat hatimu yang padat berisi
cinta dan kasih.

Dan aku?
Kalau kulihat lagi ini diri
sungguh takjub menerpaku sepanjang hari:
”Suntuk sering kumakan setiap pagi,
dan uring-uringan menjungkirkanku masuk ke dalam perigi.”

Lalu kau susah payah
menjulurkan tali, menarikku keluar,
sedikit pun tak pernah merasa gusar,
dan bertanya: ”Untuk apa aku melakukan ini?”
Aku jawab: ”Karena kau montok dengan kesabaran hati.”

Hari ini kau buktikan lagi
dirimu yang selalu mengerti aku.
”Kekasihku, aku beruntung mendapatkanmu.
Badanmu yang padat berisi cinta kasih,
selalu tampil begitu sexy
dengan kebijaksanaan setara resi.”

Aku cinta kamu, kekasihku.
Tetaplah cantik semlohay dengan kebesaran jiwamu.