Tanpamu

Pagi yang telah merekah menebar cerah mentari kemarau
Angin kering berdesau-desau melempar ribuan pisau
Seperti ingin mengabarkan waktu yang risau

Dan kini berganti dingin kian kuat merengkuh
Hasrat pun terbunuh membiru beku
Tegang segala suka tak bernyawa kaku

Ah, betapa lihai musim menipu
Yang kemarin riang mengulum senyum tersipu
Kini serupa pelita redup kurang minyak lampu