Sekeping Nalar Liar

sekeping nalar liar
o, kau berikan untukku, kawan?
dalam hening fajar begitu bening
menggeliat dari sisa sayap pekat malam
berontak lepaskan diri dari misteri mencekam
tunggu dulu! itu mata merah hasrat melumat, bukan?

o, kawan..
kau bawakan kerasnya batu karang
apa sengaja kau pindahkan ke hadapanku?
biarkanlah tetap menyendiri di tepian samudra
demi kehendak menyeruak,
canda seribu camar memekik serak
atau demi gemuruh ombak
memagut mulus putih pasir pantai
lihatlah! riak deburnya kian membinal
tidakkah ini telah menuntun langkahmu yang gemetar?

ketika seribu camar melukis laut
dan nelayan bersampan merambah rahmat terpendam
tundalah persembahanmu untukku:
sekeping nalar liar
sungguh berasal dari senandung kutuk para arwah
mengambang dalam lirih
jiwanya yang tersisih