Kepada Perempuanku

:

kau tahu
dirimu menyejukkanku
seperti udara shubuh murni
mengiring lantunan pujian zikir di mushola dini hari

kesetiaanmu mengalirkan segar
melenyapkan dahaga jiwaku yang gusar.

tapi apa balasanku?
sering dirimu kubiarkan menunggu
menanti dalam sepi menggigit ─ kau hampir beku
nelangsa memaku kau punya hati jadi gagu

kadang aku benci semua ini!
mengulang-ulang kebodohanku sendiri
memudarkan kilau kasihmu seperti benda usang
telantar dalam gelap di pojok gudang.

siapakah aku yang berjubah bayangan adatku?
susah-payah kau sirami dengan gemerlap tulus cahaya cintamu.