Jalaluddin Rumi : Pikiran Adalah Jaring untuk Menangkap Mangsa

Pikiranmu sedang tenang. Bagaimana bisa? Karena pikiran adalah hal yang sangat berharga. Pikiran seperti jaring, dan jaring harus selalu dalam keadaan baik agar bisa digunakan untuk menangkap mangsa. Apabila pikiran terganggu, berarti jaring terkoyak, dan menjadi tak berguna. Maka, janganlah berlebihan dalam cinta atau benci kepada siapa pun, karena kedua hal itu akan membuat jaring terkoyak. Kesederhanaan, dalam perkara ini adalah suatu keniscayaan.

Yang kumaksudkan dengan cinta yang tidak boleh berlebih adalah cinta untuk selain Tuhan. Tapi apabila berbicara tentang cinta kepada Tuhan, maka tak ada lagi pembatasan yang ekstrim. Semakin tebal rasa cinta, semakin baik.

Ketika cintamu untuk selain Tuhan berlebihan, engkau mengharapkan agar dia selamanya berada dalam keberuntungan yang baik, sebuah kemustahilan wujud karena semua orang tunduk pada perputaran roda nasib. Karena keadaan manusia terus-menerus berada dalam perubahan, pikiranmu jadi terganggu.

Ketika permusuhanmu dengan seseorang terlalu berlebihan, engkau mengharapkan agar musuhmu selamanya bernasib sial dan buruk. Padahal roda kehidupan terus berputar dan demikian pula keadaan musuhmu, kadang-kadang dia beruntung, terkadang pula dia sial. Karena tidak mungkin musuhmu selamanya sial, pikiranmu menjadi terganggu.