Is This the Real Life? Or Is this Just a Fantasy?



Aku Ikan Hiu?

Semalam aku bermimpi jadi seekor ikan hiu. Di dalam samudera biru, berenang-renang dan merasakan kebebasan yang tertawa riang di hatiku. Aku berada di ruang luas tak berbatas. Ekstase menguasai diriku! Euphoria tengah merengkuh diriku.

Namun, ketika segala kebebasan dan kebahagiaan begitu melimpah ruah dalam dadaku, tiba-tiba kesadaran menyergap. Insyaf diri datang menatap. Oh, bukan menatap. Aku kira pengetahuan murni yang memberitahukan dimana keberadaanku itu tengah melotot-lotot. Matanya membelalak! Aku bangun, aku tersadar seketika!

Lalu, aku mulai mencoba untuk mengenali diri: ruang dan waktu yang melingkupi pakaian jasmaniku. Bangkit dan merangkak-rangkak, menelusuri jejak awal langkah kakiku di garis waktu. Betapa keras usahaku itu! Ah, tetap saja beberapa pertanyaan muncul sebagai reaksi kebangkitanku dari alam mimpi seluas samudera biru ketika aku menjadi seekor hiu.

Apakah aku menjadi seekor ikan hiu yang berenang bebas, liar menguasai samudera biru tak berbatas?

Atau, mungkinkah ikan hiu bermimpi menjadi diriku, berada dalam bungkus jasmani milikku, dan berupaya untuk merubah wujudnya agar bisa mengenali duniaku yang terperangkap dalam ruang dan waktu?

Seandainya, aku menjadi ikan hiu, maka dimana dunia yang menjadi tempat eksistensiku?

Lalu, bilamana ikan hiu menjadi diriku, maka dimanakah tempat peristiwa itu terjadi?

Siapakah aku?

Mungkinkah aku memiliki hubungan instrinsik dengan ikan hiu dan duniaku berpadu menjadi satu dengan samudera biru?

Jasmaniku bukan ikan hiu ketika ikan hiu menjadi rohaniku dalam ruang mimpi yang berupa samudera biru luas tak berbatas.