Cintaku Bermateri


1. Cintaku Bermateri


dengar..

aku tak pernah suka mawar merah. romantisme idealis yang berduri, tajam menyenandungkan perih ── kupetik jemariku luka berdarah.

saat kukatakan aku butuh dirimu: terimalah setangkai kembang ilalang ── sesuai sekali dengan cintaku bulat utuh telanjang.

sudah kau dengar?

aku tak suka mawar merah ── itu bunga simbolik pemerkosa kepercayaan: cinta kasih yang tulus bisa mampus. cahayanya redup lalu lampus. dan harapan bodoh melayang serupa gelembung sabun mudah pecah.

cintaku padamu bukan senandung rayuan mimpi ── tapi tentu saja cinta telanjang bermateri. dibangun kepercayaan yang bisa disentuh jemari seperti kembang ilalang yang selalu menari di bawah terpaan cahaya anugerah mentari.

sudah kau sadari? cintaku padamu kepercayaan bermateri ── sesuatu yang fisik menggebrak kau dan aku punya sadar tentang persepsi : setia saling percaya dan mengerti!


2. Aduhai Cinta


Siapa yang tak kenal cinta? Setiap orang waras pasti mengakrabinya, dan seketika ia cicipi cinta yang kaya aneka rasa. Ia yang mencinta, mencecap manis menagih-nagih, berkali-kali tak bosan menjilati. Saat itu cinta seperti es krim menggoda lidah jiwa yang gelisah.

Siapa yang tak paham ampuhnya cinta? Setiap orang yang demam menggigil dalam kerinduan syahdu di palung sunyi, ia pasti menghampiri: demi pemulihan diri. Saat itu cinta seperti biji Mahoni. Biar pun getir, tapi mampu mengusir panas dingin kesunyian palung malarindu yang tiba-tiba mampir.

Siapa yang tak mengerti kebiasaan cinta? Setiap orang hapal perangainya. Demi cinta siapa pun bisa melakukan apa saja. Ia yang mabuk cinta akan merangkai lamunan indah dalam fiksi hijau bertunas-tunas, mengarang-ngarang kisah sempurna bayangan kekasih hati dalam terawang bebas tak tuntas lunas. Baginya cinta bagaikan kedunguan yang berperangai cerdas dengan fantasi yang bernas.

Siapa yang tak insyaf daya hisap cinta? Setiap orang bisa lesap ke dalam pusarannya. Termasuk ia yang kalap oleh cinta ─ menipu diri dan akan berkata: sayang, kentutmu bagaikan harum semerbak bunga terwangi di dunia ini. Mana mungkin ia yang disihir cinta akan mengakui: kentut sang kekasih adalah gas amoniak yang mungkin melenyapkan kesadaran diri.

Siapa yang tak salut dengan cinta? Setiap orang kagum dengan kehebatannya. Termasuk ia yang hebat merayu kekasih hati, dan menumbuhkan sepasang sayap di punggungnya agar bisa melayang jauh dari bumi. Namun ketika ingat hanya sendiri, dipesona langit indah tak terperi, seketika merasa ngeri dan meminta kekasih kembali, menukikkannya lagi ─ telak mendarat di kandang sapi.

Itulah cinta mekar dengan bunga-bunga resikonya, selalu menggoda dengan beragam rasa, membutakan mata, tapi mampu menyembuhkan seketika. Aduhai cinta.