Aku Ditanya

mau jadi apa bermain dengan kata-kata?
nanti kau lapar, lemah melata-lata
tanpa kuasa dan harta
bisa digilas zamanmu
seperti telapak kaki gajah menginjak gunung semut
tapi kau tetap tekun
menyusun kata
suara gejolak
bengkak
di dada
memberontak
menolak orang-orang di sekitarmu mulai membalikkan fakta

masih kau mau bermain kata?

sudahlah! biarkan aku apa adanya
aku ingin hidup dalam tiap nyawa kata-kataku
yang mengharap kebenaran tetap sekemilau permata
do’akan saja agar tiap batu keras kata
yang sengaja kulempar ke muka mereka
bisa telak
membuat terhenyak
dan
mudah-mudahan
jadi penawar bengkak luka
lalu barisan
gerakan mulai gusar
sekali lagi maju menerjang
demi tegak kebenaran
biar badan harus berkalang

semoga saja!