Apresiasi Tembang IMAGINE's John Lennon

Apresiasi ‘IMAGINE’ Tembang Lawas Legendaris Karya John Lennon



Imagine


By John Lennon

Imagine there’s no heaven
It’s easy if you try

No hell below us

Above us only sky

Imagine all the people

Living for today…

Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do

Nothing to kill or die for

And no religion too

Imagine all the people

Living life in peace…

You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one

I hope someday you’ll join us

And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can

No need for greed or hunger

A brotherhood of man

Imagine all the people

Sharing all the world…

You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one

I hope someday you’ll join us

And the world we’ll live as one


I. PENDAHULUAN


9 Oktober ini adalah Hari Ulang Tahun John Lennon. Ia adalah musisi Inggris multitalenta yang kontroversial sekaligus melegenda karena tembang-tembangnya memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Salah satunya adalah tembang legendaris ‘Imagine’ yang menjadi ikon lagu perdamaian seluruh penjuru dunia yang menjadi pokok pembicaraan dalam diskusi kita kali ini. Namun, sebelum kita memulainya, ada baiknya kita mengenal siapa kiranya seorang John Lennon ini. Berikut ini biografi singkat yang mengkisahkan dirinya.

JOHN LENNON (1940 - 1980)


John Winston Ono Lennon dilahirkan pada 9 Oktober 1940 di kota Liverpool, Inggris Raya (United Kingdom of the Great Britain). Ia adalah seorang musisi Inggris, penulis lirik lagu, juga seorang aktivis perdamaian. Lennon meraih popularitasnya sebagai pasangan Paul McCartney menjadi ‘founding fathers’ dari group musik band legendaris The Beatles.
Sebagai penulis lirik lagu, ia menempati peringkat kedua setelah Paul McCartney dalam hal lirik-lirik paling sukses mendapat respon masyarakat.

Lennon juga seorang aktivis perdamaian yang aktif menyuarakan pesan-pesan persaudaraan umat manusia se-dunia tanpa memandang ras, ideologi tertentu, pandangan dogmatis, atau pun tingkat kepemilikan modal. Menurut pendapatnya ini semua adalah penyebab utama peperangan, persaingan dan dominasi dengan sesama umat manusia yang hidup hanya sementara di dunia. Hal ini tampak terefleksi dalam lirik-lirik lagu yang ia gubah yakni ‘Give Peace a Chance’, dan satunya lagi ada didalam lagu ‘Imagine’ yang merupakan ikon lagu perdamaian se-dunia.

Lennon ditembak salah seorang penggemar fanatiknya, kurang dari satu bulan setelah perilisan dua album: Comeback, Double Fantasy. Albumnya yang terakhir ini berlanjut mendapat penghargaan Grammy Award 1981 untuk kategori ‘Album of the Year’.


II. DISKUSI


Lagu Imagine karya Lennon yang akan menjadi topik utama diskusi kita memiliki daya tarik tersendiri. Selain menyimpan makna tersirat tentang pesan perdamaian kepada selutu umat manusia, saya secara pribadi melihat tembang lawas legendaris ini juga cukup menarik dari segi grammatika susunan baris-baris lirik pada tiap baitnya. Maka dari itu, saya kira sangatlah sayang bila kita melewatkan bagian penyelidikan tentang ketata-bahasaannya juga. Berikut ini saya mencoba memaparkan hasil pengamatan saya terhadap aspek-aspek struktural rancang bangun tiap kalimat lagu Imagine tersebut.

2.1  Aspek Sruktural Grammatika Lagu IMAGINE


Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sebuah lagu sebenarnya adalah puisi yang dimusikalisasikan. Dalam pengertian ‘lagu adalah bentuk musikal dari puisi’, maka kita tentu tiba pada pemikiran bahwa sebuah lagu adalah teks sastra yang memiliki rancang bangun grammatikalnya yang unik. Demikian pula dengan lagu Imagine buah karya pentolan Group Band Legendaris The Beatles ini, sebagaimana yang saya uraikan berikut di bawah ini.

2.1.1  Struktur Kalimat Perintah (Commands)

Ada dua orang ahli tata bahasa: Geoffrey Leech dan Jan Startvik (1975 : 200) dalam bukunya ‘A Communicative Grammar of English’, menerangkan tentang kalimat perintah.

“A command is usually a sentence with an imperative verb, i.e. the base form of the verb, without endings for number or tense.”


──► Sebuah kalimat perintah biasanya sebuah kalimat dengan sebuah kata kerja imperatif / instruksi, yaitu kata kerja dengan bentuk dasarnya tanpa (diberi) akhiran-akhiran berkenaan dengan penjamakan atau pun tense.

Dalam lagu ‘Imagine’ kita bisa lihat penggunaan pola kalimat perintah seperti dalam kalimat-kalimat  berikut ini:


Patterns:

1. Pure Verb + (that) + (if) clause + interjection (!)
2. Pure Verb + gerund / verb-ing + object complement + Interjection (!)


“Imagine (that) (if) there’s no heaven (!)” (pattern 1)
“Imagine (that) (if) there’s no countries (!)” (pattern 1)
“Imagine (that) (if) there’s no possessions (!)” (pattern 1)
“Imagine all the people sharing all the world (!)” (pattern 2)
“Imagine all the people living for today (!)” (pattern 2)
“Imagine all the people living life in peace (!)” (pattern 2)


2.1.2  Struktur Kalimat Bersyarat (Conditional Sentences)


Kembali dua ‘grammarians’ tersebut memberikan penjelasannya, kali ini tentang kalimat bersyarat. Berikut penjelasannya Leech dan Startvik (1975 : 96),

“Conditional sentences are related to reason clauses, but they discuss the consequence of something which may or may not be a real event.”


──► Kalimat-kalimat bersyarat dihubungkan dengan klausa-klausa alasan / sebab, tetapi kalimat-kalimat tersebut membahas tentang konsekuensi-konsekuensi / akibat-akibat dari sesuatu hal yang mana mungkin atau pun tak mungkin menjadi sebuah peristiwa yang benar-benar terjadi.”

Menilik penjelasan di atas yang mengimplikasikan bahwa sebuah ‘kalimat bersyarat’ mengungkapkan: “bila suatu syarat / kondisi yang dituntut terpenuhi, maka suatu aktivitas / peristiwa akan terjadi, atau mungkin saja tak terealisasi bila syaratnya tak terpenuhi.”

Patterns:


1. Independent Clause + if + Dependent Clause

“It’s easy if you try.” (pattern 1)
“(you) Imagine (that if) there’s no heaven.” (pattern 1)
“I wonder if you can.” (pattern 1)

2.1.3  Struktur Kalimat yang Memakai Introdusir THERE


THERE digunakan sebagai kata yang mengintrodusir subjek dalam kalimat, dipakai pula dalam kalimat-kalimat tertentu lagu IMAGINE. Penambahan kata NO setelah frasa THERE’S mensinyalir gagasan ‘ketidakmungkinan terjadi’. Hal ini diterangkan oleh A.S. Hornby (1975 : 16 – 17) dalam karyanya Guide to Patterns and Usage in English, ELBS: Oxford University Press, Second Edition 1975.


“The use of NO and GERUND means to indicate impossibilty.”


──► Penggunaan kata NO dan GERUND / (verb + ing) bermaksud untuk menunjukkan ketidakmungkinan.

Patterns:

1. There + BE + NO + Subject
2. There + BE + Subject + Adverbial Adjunct
3. There + BE + NO + Subject + Adverbial Adjunct
4. There + BE + Subject + to-Infinitive Phrase
5. There + BE + NO + Subject + FOR + Abstract Noun
6. There + BE + Subject


“There’s no heaven.” (pattern 1)
“There’s no countries.” (pattern 1)
“There’s no possessions.” (pattern 1)
“There’s only sky above us.” (pattern 2)
“There’s no religion too.” (pattern 3)
“There’s no hell below us.” (pattern 3)
“There’s nothing to kill or die for.” (pattern 4)
“There’s no need for greed or hunger.” (pattern 5)
“There’s a brotherhood of man.” (pattern 6)

2.1.4  Struktur Kalimat yang Memakai Impersonal IT


Hornby (1975 : 17 – 20) menjelaskan tentang penggunaan kata impersonal IT yang mengintrodusir subjek dalam kalimat.

”When the subject is an infinitive, or an infinitive phrase (which may be active or passive), a construction with an introductory IT is preferred.


──►Bilamana subjek kalimat adalah sebuah kata kerja infinitif atau pun frasa kata kerja infinitif (yang mungkin saja bermakna aktif atau pasif), konstruksi / pembentukan kalimat dengan introdusir IT lebih dipilih.

Selanjutnya, pada halaman 20, beliau juga memberikan penjelasannya kembali.
“When a clause is the subject of a sentence, introductory IT is used.” (1975 : 20)


──► Bilamana sebuah klausa merupakan subjek dari sebuah kalimat, kata introdusir IT digunakan.”

Patterns:
1. It + BE + Adjective / Noun + if - Clause
2. It + BE + not + Adjective / Noun + to- Infinitive (phrase)


“It’s easy if you try.” (pattern 1)
“It isn’t hard to do.” (pattern 2)


2.1.5  Struktur Kalimat dengan Menggunakan “Mental Verb, Saying Verb, Wishing Verb dengan Pemakaian Dependent Clause”


Patterns:
1. Mental Verb + (that) + Dependent Clause
2. Mental Verb + noun phrase + gerund + complement
3. Subject + Modal Aux. + Saying Verb + (that) + Dependent Clause (Compound Sentence)
4. Subject + Wishing Verb + (that) + Dependent Clause (Compound Sentence)

“Imagine (that) there’s no heaven.” (pattern 1)
“Imagine all the people living for today.” (pattern 2)
“Imagine (that) there’s no countries.” (pattern 1)
“Imagine (that) there’s no possessions.” (pattern 1)
“Imagine all the people sharing all the world.” (pattern 2)
“Imagine all the people living in peace.” (pattern 2)
“You may say (that) I’m a dreamer, but I’m not the only one. (pattern 3)
“I hope (that) someday you’ll join us, and the world will be as one.” (pattern 4)
“I hope (that) someday you’ll join us, and the world (where) we’ll live as one.” (pattern 4)
2.1.6  Parafrasa Tiap Bait Lagu IMAGINE

Pada posting terdahulu saya telah sedikit banyak menguraikan manfaat penggunaan metode parafrasa dalam konteks mencari kejelasan makna sebuah karya sastra sebagai teks. Kali ini saya juga menggunakannya untuk maksud tersebut. Berikut parafrasa-parafrasa yang mengubah tiap bait lagu Imagine menjadi paragraf-paragraf prosa demi menyelami makna yang terkandung di dalamnya.
Paraphrase Stanza 1:


“Imagine if there is no heaven as it is the promised reward of virtues. It’s easy if you want to try do so, and imagine if there is no hell to wash away the whole sins that longs for us below. There’s only sky above us. It streches so widely. Imagine all the people living only for today.”

──► Bayangkanlah seandainya tak ada surga sebagai pahala yang dijanjikan bagi kebaikan. Mudah saja bila engkau mau mencoba membayangkannya, serta bayangkanlah seandainya tak ada neraka untuk penyucian keseluruhan dosa yang menanti kita di bawah. Hanya ada angkasa di atas kita. Angkasa yang terbentang begitu luasnya. Bayangkanlah semua orang hidupnya hanya untuk hari ini saja.”

Paraphrase Stanza 2:


“Imagine if there’s no countries, and it isn’hard to do.There’s nothing (nobody) to kill or die for the sake of nationalism. Imagine if there’s no religion too; it’s possible for you to see all the people living life in peace.”

──►Bayangkanlah senadainya tak ada negara, dan membayangkan hal ini bukanlah hal yang sulit. Tak seorang pun yang mesti dibunuh atau pun mati demi paham kebangsaannya. Bayangkanlah seandainya tak ada agama; mungkin saja engkau akan melihat semua orang hidup damai.”

Paraphrase Stanza 3:

“You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one who’s dreamt of it. I hope someday you’ll join us to realize it and unite all the people in the world.”

──►Kau boleh mengatakan aku seorang pemimpi, tapi aku bukanlah satu-satunya yang memimpikan ini. Aku berharap kelak kau bergabung dengan kita untuk mewujudkannya dan menyatukan semua orang di dunia ini.

Paraphrase Stanza 4:

“Imagine if there’s no possessions. I wonder if you can properly place yourself in society without showing off any possesions and social class of yours. Thus, there’s no need for greed to show, or there’s no need for hunger to feel. You can unify all the people in a brotherhood of man. Imagine all the people sharing all they have each others in the world!”

──►Bayangkanlah seandainya tak ada kepemilikan. Aku masih bertanya-tanya bilakah engkau mampu menempatkan dirimu dengan selayaknya di masyarakat tanpa menyombongkan kepemilikan dan kelas sosialmu. Dengan demikian, tak ada keserakahan yang mesti ditunjukkan, atau pun tak ada lagi kelaparan yang mesti dirasakan. Engkau bisa menyatukan semua orang (bangsa-bangsa) dalam (ikatan) persaudaraan sesama manusia. Bayangkanlah semua orang berbagi semua yang mereka miliki satu sama lain di dunia ini!”


Paraphrase Stanza 5:

“You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one who’s dreamt of it. I hope someday you’ll join us to create the world where we’ll live as one.”


──►Kau boleh mengatakan aku seorang pemimpi, tapi aku bukanlah satu-satunya yang telah memimpikan ini. Aku berharap kelak kau bergabung dengan kita untuk menciptakan sebuah dunia dimana kita akan hidup sebagai ras manusia yang satu adanya.