Puisi : Ibu

Ibu

Kepadamu yang melayani dengan ketulusan cinta:

di dalam diri kini telah ada taman jiwa semerbak dan tampak semarak
bunga-bunga berwarna lembut menari menebar wangi
tumbuh subur dari benih kasih sayang yang disemai dingin tanganmu
tak mau lagi singgah di sini bau bangkai busuk jiwa kerdil yang kalap
kelemahan hati yang khilaf kini berganti dengan cemerlang insyaf
ada pun dada yang sebelumnya laksana medan riuh bergelung debu pertempuran
sudah mulai terasa sejuk tentram
luka sudah sembuh dan damai telah bersemayam
ini semua berkat kehadiranmu yang ikhlas dalam pengabdian

wahai engkau yang melayani dengan ketulusan cinta

bagaimana bisa aku lupa begitu saja semua jasamu?
ketika sejauh pandang hanya kelam,langit membalu, menjanjikan ancaman
kuku-kuku runcing kejahatan iblis menebar teror mencekam
engkau menjadi matahariku menerangi jiwa dan kasihmu cahaya kebangkitan baru
menggerakkan tunas hijau harapan dan impian lahir kembali dalam pijar semburat fajar lantang menyeru
diriku tegak berdiri menyongsong cerah hari

wahai engkau yang melayani dengan ketulusan cinta

di sini anak-anakmu yang gempita bersuka cita
akan selalu mengagungkanmu sebagai sumber segala kemuliaan hidup bermahkota
awal dari semua yang bercahaya kekal - berasal dari kasih tulusmu:

IBU