PUISI 25 November 2011, 17:57

Kau Tahu Aku

:

aku bukan pujangga
piawai menyulap gejolak yang dirasa,
kreatif mencipta mimpi mata terbuka
bisa menyeretmu ke dalam surga
melalui rayuan kilau metafora
dan ketika kau terjaga ─
dirimu serasa di neraka
sadar terbuai angan indah belaka.

Luar dalam kau tahu aku
─ lelaki yang mendambakanmu
melebihi bujuk rayu ungkapan kata
agar bisa kau berikan cinta.

juga saat ini
setelah kau pahami hasratku tadi
─ aku ingin terbakar asmaramu
rela lidah api cintamu liar menjilati
aku punya tubuh utuh
hanya untuk kau sentuh.

dan masih di sini
aku yang begitu kau kenali
rindu hadirmu untuk menghangati,
merasakan sedemikian nikmat cinta kasih yang kau beri
darimu satu yang teramat kucintai

tragis tentu saja bila tak mungkin terjadi
sebab itu berarti kau ubah diriku seperti
seorang pujangga yang bersedih
berupaya mengobati diri sendiri
dengan menuangkan kental luka perih
dalam sepotong cetakan elegi
berisi bait-bait lirih.

sungguh kau kenal aku
lelaki yang telah mengagungkanmu
jujur terungkap melalui suara hatiku
karena aku bukan pujangga
diri yang berprofesi mengolah kata
menjelma sebagai surga
yang kau alami dengan mata terbuka
atau pun menyajikan kisah pilu
lirih kesakitan para penghuni neraka.