PERJALANAN KE LANGIT (Buah Karya Pujangga Muhammad Iqbal)


PERJALANAN KE LANGIT

Karya Muhammad Iqbal



Menyertai imajinasiku
Kutempuh perjalanan ke langit.
Aku terbang, dan tak seorang pun
Yang mengenalku di langit.
Bintang-bintang menatap aneh padaku.
Perjalananku sebuah rahasia tersembunyi.
Kulewati batas-batas malam dan siang.
Aku lari menembus ruang dan waktu.
Apa yang harus kuceritakan padamu, itukah Firdaus
Itulah jelmaan dari dorongan berbagai perasaan.
Di pohon-pohon, burung-burung berkicau.
Bidadari, jelmaan kecantikan, bekerja tanpa kerudung.
Para pelayan cantik membawa cawan di tangan.
Penghuni Firdaus minum dari cawan mereka.

Jauh dari Firdaus kulihat
Sebuah tempat gelap, dingin dan sunyi.
Lebih gelap dari rambut Laila atau nasib si Majnun.
Lebih dingin dari tempat terdingin di dunia.
Ketika kutanyakan tempat apakah itu.
Para malaikat mengejutkanku dengan jawaban mereka.

Mereka berkata,

" Tempat itu adalah neraka.
Tak ada api dan cahaya di sana.
Kobaran api yang terkenal itu
tidak muncul darinya.
Penduduk dunialah saat datang ke sini,
membawa serta api ke sana."

Surah Ash Syura Ayat 30


Penjelasan: 

Sebenarnya neraka bukanlah tempat hukuman atau penyiksaan yang sengaja Tuhan ciptakan untuk umat manusia. Kejahatan dan perbuatan buruk manusia sendiri lah yang telah menciptakan neraka sebagai tempat pembalasan perbuatannya. Itu lah sebabnya mengapa neraka yang awalnya kelam dan dingin membeku menjadi tempat yang panas menyala-nyala. Perbuatan buruk manusia yang menyalakan apinya.