Kisah Terbaik dari Al-Qur'an

Berita dari Negeri Saba


I


Sulaiman yang diberi pengetahuan
mengucap syukur beriring pujian,


"Segala puji bagi Allah


telah melebihkan kami dari sebagian
hamba-hamba-Nya yang teguh dalam iman." (1)


Raja bangsa jin dan hewan ahli waris Nabi Daud
tunduk dalam syukur dan zuhud.
Maka sebagai balasan ketakwaan,
kepatuhan dan teguh keimanan:


"Kami telah menghimpunkan untuk Sulaiman bala tentara sedemikian besar sepanjang zaman."


Dan jika mereka menjejakan langkahnya yang berderap;
semut-semut dalam sarangnya cemas dalam harap,


seekor dari mereka berseru insyaf,


"Lihatlah, Sulaiman dengan bala tentaranya yang maha besar!
Masuklah kalian semua, selamatkan diri dari maut ditebar!"


Raja yang diberkati tertawa mendengar kabar.
Sungguh hewan-hewan penghuni lubang luput dari sadar.
Bijak bestari baginda memperingati
para punggawa beserta segenap prajurit dinasehati:


"Sesungguhnya Tuhanku telah memberi rahmat-Nya padaku. Dan aku masih memohon kemurahan-Nya agar dijaga dari kekufuran, wahai kaumku."


Begitu mulia dalam kerendahan hati,
Raja Hewan dan Jin melanjuti:


"Perhatikanlah langkah kalian, wahai balatentaraku! Janganlah lupa diri hingga kalian saling membinasakan."


Balatentaranya tunduk dalam perintah.
Semut-semut pun luput ditimpa musibah.




II


Sulaiman, aduhai Sulaiman tetap megah sepanjang zaman.
Sebab lepas dari syahwat yang menawan,
meskipun kuasa memegang begitu dahsyat kekuatan.


Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata:


"Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir." (2)


Baginda tak ingin dikhianati memeriksa
tanggung-jawabnya pemimpin segenap bangsa.
Murkanya tiba bila datang pertanda
bukan dibakar nyala hawa nafsu melanda:


"Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras


atau benar-benar menyembelihnya
kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang". (3)


Sungguh tiap mahluk ditundukkan Tuhannya patuh dalam titah,
Hud-hud pun bukan termasuk yang ingkar dalam perintah:


"Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya;dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini." (4)


Kabar berita dari pengikut setia
sampai lah pada baginda:


"Aduhai, Baginda Raja Sulaiman
yang diteguhkan dalam iman.
Mohon bersabar sebelum paduka
dibakar begitu besar angkara murka."


Sulaiman yang berkuasa dalam kebijaksanaan
tiada jadi menurunkan siksaan.


"Wahai, engkau, Hud-hud yang alpa..
Apa yang hendak engkau sampaikan tentang Negeri Saba?
Bila engkau benar dalam kabar berita;
ketahuliah bahwa dirimu lepas dari derita.
Namun, wahai engkau, Hud-hud yang ingin menyulam kata
engkau termasuk mahluk hina jika engkau berdusta."




III


Sulaiman, aduhai Sulaiman tetap megah sepanjang zaman.
Sebab lepas dari syahwat yang menawan,
meskipun kuasa memegang begitu dahsyat kekuatan.


"Maha Suci Tuhanku dari semua yang ternodai.
Maha Terpuji Tuhanku Yang Pemurah yang telah memberkahi."


Baginda Raja Segala Bangsa
sederhana dalam menggengam kuasa.
Paduka yang kenal diri
hingga bala tentaranya menyegani.
Maka Hud-hud yang patuh melanjutkan tutur;
tentang Ratu Balqis Penguasa Saba nan makmur.


"Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka,
dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar." (5)


Sang pembawa kabar jujur
tak sesuatu pun tampak kabur.


"Sang Ratu telah lupa diri.
memimpin rakyatnya menyembah matahari.
Wahai, Yang Mulia, Raja Sulaiman..
Mereka berada dalam kemusyrikan.
Setelah Tuhan Yang Maha Pemurah
melimpahkan kemakmuran dan berkah.
Mereka kufur dalam nikmat
dan perbuatannya pun tersesat."


Sang Raja Segala Bangsa
menyimak kabar dari Saba.


Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar,ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta." (6)




IV


Sulaiman, aduhai Sulaiman tetap megah sepanjang zaman.
Sebab lepas dari syahwat yang menawan,
meskipun kuasa memegang begitu dahsyat kekuatan.
Mengamanatkan Hud-hud pembawa kabar
maklumat terang menyebar syiar.
Dibawa terbang sepucuk surat
keterangan jelas berisi amanat.
Diterimalah oleh Balqis teralamat
segenap hati membaca hikmad.


"Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (7)


Ratu Saba nan makmur
menilik sabda berisi tegur.
Ia bertanya pada pembesar
hendak mencari jalan keluar.
Para pembesar yang ingkar
luput mencerna maksud terkabar.
Mereka bingung urung mempersembahkan
pertimbangan yang Ratu usulkan.
Balqis, Ratu yang cemas
tahu diri melampaui batas.
Segunung resah telah membuncah
takut binasa dalam kancah.


Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri,niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat." (8)


Keputusan pun telah ditetapkan;
dikirimlah wakil menjunjung pesan.
Dibawa serta buah tangan
hadiah istimewa mengandung kemungkinan.




V


Sulaiman, aduhai Sulaiman tetap megah sepanjang zaman.
Sebab lepas dari syahwat yang menawan,
meskipun kuasa memegang begitu dahsyat kekuatan.
Tibalah utusan menyampaikan titah
Ratu Saba mengirim hadiah.
Sulaiman Raja Yang Sabar
jauh godaan rayuan liar.
Baginda mensyukuri rahmat Tuhan;


maka menolak fana perhiasan.


"Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman,Sulaiman berkata: "Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu." (9)


Pulanglah kini utusan Ratu
bertangan hampa diiringi malu.
Takut menyergap segenap tubuh
ancaman Raja merajam ruh.


"Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya,dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina". (10)




VI


Sulaiman, aduhai Sulaiman tetap megah sepanjang zaman.
Sebab lepas dari syahwat yang menawan,
meskipun kuasa memegang begitu dahsyat kekuatan.
Bermusyawarah di Istana Kerajaan
menuju mufakat demi kebijaksanaan.
Para pembesar juga memahami
persoalan akbar mesti disiasati.
Bertitahlah Raja Bijak Negeri
mencari penyelesaian dengan kompromi.
Tiada lupa kekuatan sendiri;
berfaedahlah segala yang dimiliki.
Ifrit cerdik mengajukan diri;
Singgasana Saba berpindah sebelum berdiri.
Cendikiawan mulia tak ketinggalan;
memecahkan masalah sebelum kedipan.


Sulaiman Raja megah sepanjang zaman
mengeluarkan titah penutup persoalan:


Dia berkata: "Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)". (11)




VII


Sulaiman, aduhai Sulaiman tetap megah sepanjang zaman.
Sebab lepas dari syahwat yang menawan,
meskipun kuasa memegang begitu dahsyat kekuatan.
Menyebabkan Ratu Saba heran
ketika berjalan memasuki Istana berlian.
Disangka lantai kolam jernih
disingkaplah jubah penutup betis putih.


"Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar,dan disingkapkannya kedua betisnya." (12)


Sebab insyaf akan mukjizat;
Sang Ratu Saba mampu melihat.
Akan betapa kuasanya Tuhan Yang Mulia;
Balqis yang sadar ditunjukkan pula.


"Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam". (13)


Demikianlah kiranya hikmah kisah
Sulaiman alaihissalam yang memperoleh berkah.




***


Keterangan Kutipan:


1. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 15
2. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 20
3. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 21
4. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 22
5. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 23
6. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 27
7. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 30
8. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 34
9. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 36
10. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 37
11. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 41
12. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 44
13. Al-Qur'an, Surah An-Naml : 44