Ehem...

ini hitam telah diganggu
bersahutan teriakan semena-mena memecah hening beku
binatang malam menjerit, membangunkanku

di sini masih belum pulih
sadarku belum sepenuhnya kembali
ini diri terikat erat gelombang laut mimpi berbuih

angin bergaramnya sejuk membelai
mengalunkan nada-nada lembut - benak pun terbuai
dan jiwaku masih terpesona tarian alamnya nan gemulai

"bagaimana bisa kubiarkan diriku lalai?
larut dalam carut-marut labirin panjang masa yang telah usai."

ada cerita yang begitu lihai menipu
berwajah bidadari dengan seulas senyuman tersipu
bertubuh telanjang membawa secawan anggur - birahi terbahak di keremangan lampu

"sayang, mari kita melayang ke negeri pelangi.
di sana ada istana megah bertaman bunga-bunga yang menebar wangi."

aku tertegun lalu pasrah dituntun
menuju sebuah jalan dimana segala kesenangan berhimpun
pengembaraan kenikmatan seketika membutakanku kini terperosok jatuh ke lubang belukar berumpun.

desah demi desah makin menggelisah
sehangat gairah debur ombak menepi tak sudah
alunan lagu hasrat membuncah

dan kini masih tersisa beberapa jejak
untuk kugubah sebagai puisi negeri pelangi bertaman semerbak
dengan disaksikan binatang-binatang malam belum berhenti berteriak