Salam Oktober yang Sejuk

Langit bersih tanpa kerlip saat itu.
Semilir mengalir membujuk rayu.

Ia sedari tadi termangu,
belum juga beranjak, terpaku.

Dan akrab salam kelam,
terlahir dari sanubari terdalam:

“Selamat malam, semua kawan…
Adakah engkau sama rasakan?”

Ini Oktober sudah mulai ramah
udara sejuk berkat hujan tertumpah.

Ini malam serasa di lembah
jiwa tentram dibuai alam indah.

Dan, kalau pun bintang-bintang bertingkah
bersembunyi dalam rajuk tak sudah

Biarlah, ini diri tak mau gundah
sebab hilang faedah menjangkau yang tak terambah.



FIKSI | 20 October 2011 | 21:29