Kucing Cantik di Pintu Hotel

Kucing Cantik di Pintu Hotel


Engkau ingin mengobati perih luka dalam kalbu yang luruh,
terpejam matamu oleh sebuah puisi yang mengalun syahdu,
jiwamu kini menelusuri makna, tertatih berjalan menjauh.
Pengembara resah menuju dunia yang paling dirindu.

Ada petuah menuntun, mendesah seperti bisik ditelan angin:

“Puisi itu keyakinan. Kau raih setelah tertutup mata pikiran.
Penalaran mungkin mengakali ketika esensi yang kau cari,
bukan dalam kekuatan pencarian logika.”

Lalu, kau pun pejamkan mata,
melukis imaji-imaji mimpi,
menguak jaring-jaring dunia fantasi.

“Astaga! Betapa cepat kau berubah!”

Aku terpana dikepung takjub:
Engkau bukan gadis kecil lugu kini,
berlari dengan kaos bergambar anak kucing,
tapi kau sendiri telah menjadi kucing cantik di Pintu Hotel.


PUISI, 27 October 2011, 01:35