Puisi 31 Oktober 2011



 Ode Tentang Diri Kita

Mungkin kita belum terlalu jauh
Belajar memahami tanpa keluh
Dari yang telah ditempuh
Belum mampu diri bersuluh

Hati letih..
Benak terhenyak..
Ruang jiwa pengap terperangkap
Ego pongah yang diagungkan.

Kau dan aku masih saling berjarak
Untuk kembali pulang ke rumah yang kita bangun: cinta.
Ada laut membentang. Ada gelombang yang masih pasang.
Ada badai prasangka yang menyeret sampan terkapar di pantai sepi.

Kalau ini kita pandang sebagai alur cerita
Pelayaran kita berperahu layar terkoyak, terombang-ambing di laut tak bersahabat,
Aku sepakat. Walaupun, masih tersentak akibat gemuruh kehendak menggelegak.
Kuharap jujur hatimu berkata, atau setidaknya bisa jernih melihat :

Aku bukan Robinson Crusoe yang suka lama menetap
Dalam pulau kosong yang senyap.
Bayangmu adalah ancaman suara-suara asing yang bising
Terdengar ketika kupungut sisa-sisa barangku di puing kapal setelah badai.

Kalau kepasrahan pada keputusan-Nya adalah kekalahan
Mungkin aku dan kau harus belajar menerima tanpa sesal
Tentang ada hal di luar kemampuan akal
Dan jangkau ramalan kita bagaimana terhindar dari perpisahan.

video