AKU ADALAH NOL YANG MEMBUTUHKAN SATU

Tanpamu seperti ketidaksempurnaan yang disengaja
Mungkin perlu ditunjukkan untuk hasrat yang sederhana
Agar kebahagiaan dicecap agak lebih terasa
Rasa syukur tak lengkap seumpama kulit emas menyepuh logam suasa

Harus kuakui, sayangku, betapa sehat dirimu!
Lihatlah! Aduhai kemontokan bohai lugas berekspresi seperti puisi.
Sadarkah engkau, sayang? Itu jalan lebar menuju peternakan!
Mesra menuntun kita yang ingin berlipat ganda.

Kesedihan? Ah, sudah lama terbang, tak berbekas dan lenyap.
Setelah tahu tiap duka ialah anak kandung harapan dan keluguan.
Kau tak berharap. Asaku juga telah menguap.
Aku tahu. Kau pun insyaf. Maka kini telah lengkap!

Mari kita bergegas segera beternak!
Sebab kau sehat yang berhasrat,
Aku pun bersemangat selalu menggeliat ;
Sebelum anugerah hidup sirna - dada kita tak hendak sesak.



”Semua mahluk sehat cenderung melipatgandakan diri.” (Albert Camus)